Kamis
Pukul : 07:06:35

RUSTAN

| More
Akademisi dari UM Sorong menghadiri Dialog Interaktif LPP RRI Sorong

UM Sorong, Menarik Perhatian seluruh pendengar Setia LPP RRI Sorong ketika Wisang Candra Bintari, SE., MM. menjadi pengamat dengan tema yang dituangkan oleh RRI "Dampak melemahnya Rupiah terhadap perekonomian nasional dan khususnya Daerah Sorong".

Melalui LP RRI Sorong, Salah satu dosen Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sorong tersebut menyampaikan argumen tentang realita terhadap perekonomian yang terjadi di Kota dan Kabupaten Sorong dari Dampak melemahnya Rupiah terhadap Dolar.

"Untuk Kawasan Timur Indonesia Melemahnya Rupiah terhadap Dolar tidak separah dengan Kawasan lain misalnya Kalimantan, Sumatra dan Jawa dikarenakan di kawasan Timur Indonesia masih ada beberapa wilayah yang masih mengekspor hasil tambang, contohnya nikel di Nusa Tenggara, di wilayah Papua yaitu tembaga yang masih diperpanjang ijin mengekspor". Kata Wisang C. Bintari, SE., MM. saat dialog interkatif di LP RRI Sorong (16/09/2015)

"Dampak yang dirasa memang ada yaitu triwulan I tahun 2015 menjelang lebaran hari raya daya beli turun karena harga naik ini disampaikan beberapa pengusaha yang ada di kota dan kabupaten Sorong terutama barang-barang yang berhubungan dengan bahan baku impor pasar domestik contohnya barang-barang elektronik dan otomotif dan sebagainya. Untuk bahan baku jenis makanan masih bisa terjangkau dengan melemahnya Rupiah. Sleanjutnya Untuk Triwulan II di 2015 kondisi itu sudah bisa beradaptasi maksudnya masyarakat sudah mulai bisa beradaptasi". Lanjut Wisang Candra BIntari, SE., MM.

"Salah satu ide untuk jangka panjang untuk next generation setiap pergantian pimpinan negara/presiden semua bertujuan baik yaitu ingin mengantarkan Indonesia yang mengacu pada tujuan pembukaan Undang-Undang Alinea keempat "...Mensejahterakan Indonesia." agar Rupiah Kuat ada Undang-Undang atau ada semacam gebrakan semacam Cinta Rupiah, dan mungkin bisa menjadi mata uang tandingan misalnya dengan dolar, Contohnya Bisa Saja Negara-Negara ASEAN mengadakan suatu konferensi tentang kesepakatan usulan menjadikan salah satu mata uang negara-negara ASEAN yang menjadi tandingan dolar euro sehingga begitu ada kenaikan dolar, mata uang yang diakui negara-negara asean tersebut tidak terpengaruh dengan Dolar atau Euro". tutup Wisang Candra Bintari, SE., MM. di LPP RRI Sorong, yang juga menjadi harapannya kedepan.

 

Berita Terkait

Komentar (0)

Sekilas Info

  • Uji Kompetensi Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Informasi dan Komunikasi di BLK Sorong , 28 -


  • Sosialisasi Tax Amnesty , hari Sabtu 24 September 2016, Jam 09.30 - Selesai


  • Kuliah Tamu Fakultas Teknik dengan SKK Migas , BP Berau Ltd, Genting Oil Kasuari, PT Pertamina EP V,


  • Mahasiswa Baru segera melakukan registrasi di Prodi masing-masing


  • Alumni Angkatan X yang ingin mengambil foto wisuda agar segera menghubungi humas


Indeks Berita

Video