Dosen PBI UNAMIN Raih Penghargaan Peserta Terbaik Inclusive Publication Camp Batch-1

Sorong, 2 Oktober 2026 — Dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Dr. Isnaini Eddy Saputro, meraih penghargaan sebagai peserta terbaik dalam kegiatan Monitoring dan Evaluasi Hasil Pendampingan Peserta Workshop Inclusive Publication Camp (In-Camp) Batch-1 Tahun 2026.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Direktorat Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi tersebut berlangsung pada 29 September hingga 2 Oktober 2026 di Makassar. Rangkaian kegiatan dilaksanakan di Hotel Aryaduta Makassar dan Universitas Muhammadiyah Makassar. 

Dr. Isnaini mengikuti rangkaian program sejak workshop yang dilaksanakan pada Mei 2026, kemudian dilanjutkan dengan pendampingan bersama mentor secara daring selama empat bulan, Juni hingga September 2026. Tahapan tersebut kemudian ditutup dengan kegiatan monitoring dan evaluasi hasil pendampingan di Makassar.

Selama proses pendampingan, ia mendapatkan berbagai masukan untuk memperkuat substansi artikel, metodologi, penyajian hasil penelitian, hingga strategi publikasi pada jurnal internasional bereputasi. Menurutnya, proses tersebut cukup intensif karena peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga secara langsung memperbaiki dan mengembangkan manuskrip penelitian.

“Alhamdulillah, tentu saya merasa sangat bersyukur dan bahagia mendapatkan penghargaan sebagai peserta terbaik. Bagi saya, penghargaan ini bukan hanya sebuah pencapaian pribadi, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas penelitian dan publikasi ilmiah, sekaligus membawa nama baik Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN),” ujar Dr. Isnaini.

Dari rangkaian program tersebut, Dr. Isnaini juga telah melakukan submit dua artikel hasil workshop pada jurnal internasional terindeks Scopus, masing-masing pada jurnal Quartile 2 penerbit Springer Nature dan Quartile 1 penerbit Elsevier. Pengalaman tersebut turut memperkuat pemahamannya mengenai pentingnya novelty, argumentasi akademik, respons terhadap masukan reviewer, serta pemilihan jurnal yang sesuai.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh melalui program tersebut tidak berhenti pada pencapaian pribadi, tetapi dapat dibagikan kepada sivitas akademika UNAMIN.

“Pengalaman ini tentunya akan saya manfaatkan untuk meningkatkan produktivitas publikasi dan juga berbagi pengalaman dengan dosen maupun mahasiswa di UNAMIN,” tambahnya.

Prestasi tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan budaya penelitian dan publikasi ilmiah di lingkungan perguruan tinggi. Dari sisi Sustainable Development Goals (SDGs), pengembangan kapasitas akademik dan peningkatan kualitas publikasi ilmiah relevan dengan SDG 4: Pendidikan Bermutu, khususnya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kapasitas akademik. (BPY)

Share this Post