Pertama Kali, Mahasiswa Unamin Ikut Riset Internasional Bersama Lancaster University

Sorong, — Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) mengirim seorang dosen dan seorang mahasiswa dalam riset kolaboratif internasional bersama Lancaster University, Inggris, tentang kualitas air dan restorasi terumbu karang. Riset dijadwalkan berlangsung pada 8–24 Oktober 2026 di Kepulauan Spermonde, Sulawesi Selatan.

Mahasiswa tersebut adalah Yantoris Way, yang berasal dari suku Maybrat, Papua Barat Daya. Anak dari pasangan Agustinus Way dan Rita Antoh ini menjadi mahasiswa pertama Unamin yang mengikuti riset internasional. Ia ikut bersama dosennya, Nur Abu, M.Sc., dosen Program Studi Teknik Lingkungan Unamin, yang diundang sebagai peneliti kolaborator.

Keikutsertaan keduanya berawal dari undangan resmi Lancaster University kepada Rektor Unamin, Dr. Muhammad Ali, M.M., M.A., melalui surat tertanggal 1 Oktober 2026. Surat tersebut ditandatangani Dr. Timothy Lamont, Senior Lecturer and Research Fellow di Lancaster University. Di dalamnya, Lancaster University menyebut keahlian Nur Abu di bidang pemantauan kualitas air dan riset lingkungan laut akan sangat berarti bagi keberhasilan proyek.

Kegiatan kolaborasi yang direncanakan meliputi:

  • pengkajian dan pemantauan kualitas air di titik-titik dekat pantai dan lepas pantai;
  • pengambilan dan analisis parameter fisika-kimia serta nutrien air;
  • observasi lapangan dan pemantauan lingkungan;
  • pengelolaan, analisis, dan interpretasi data;
  • pertemuan ilmiah dan pertukaran pengetahuan antara Lancaster University dan Unamin;
  • penyusunan bersama laporan ilmiah, presentasi konferensi, dan/atau publikasi akademik.

Lancaster University menyatakan kolaborasi ini diharapkan memperkuat kemitraan akademik dan riset kedua perguruan tinggi, serta membuka pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas di bidang pengkajian kualitas air, ekologi dan restorasi terumbu karang, dan pengelolaan berkelanjutan ekosistem pesisir dan pulau kecil.

Bagi Unamin, keterlibatan Yantoris Way menandai langkah awal mahasiswa kampus ini di ranah riset internasional, sekaligus menunjukkan bahwa mahasiswa asli Papua Barat Daya mampu mengambil peran dalam penelitian lingkungan laut bertaraf global. Kegiatan ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 14 tentang ekosistem lautan, SDG 4 tentang pendidikan berkualitas, dan SDG 17 tentang kemitraan untuk mencapai tujuan. (BPY)

Share this Post