Prodi Agroteknologi Unamin Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi LAM PTIP
Sorong, UNAMIN— Program Studi Agroteknologi Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) menjalani asesmen lapangan akreditasi oleh Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM PTIP). Kegiatan berlangsung selama tiga hari, Selasa hingga Kamis, 6–8 Oktober 2026, dan dipusatkan di Gedung Rektorat Lantai 2 Unamin, Sorong, Papua Barat Daya.
Tim asesor LAM PTIP terdiri atas dua guru besar, yakni Prof. Dr. Ir. Johan Riry, M.P. selaku Asesor I dan Prof. Dr. Ir. Kasifah, M.P. selaku Asesor II.
Pada Selasa (6/10/2026), tim asesor meninjau langsung sarana dan prasarana yang menunjang kegiatan akademik Prodi Agroteknologi. Fasilitas yang ditinjau meliputi Laboratorium Agroteknologi, ruang dosen, ruang kelas, ruang Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), perpustakaan, serta fasilitas kampus lainnya.

Selama peninjauan, tim asesor didampingi Wakil Rektor IV Unamin Ir. H. Irman Amri, S.T., M.T., IPM., Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Hukum (SDMH) Unamin Muzna A. A. Gafur, S.P., M.Si., Dekan Fakultas Pertanian Zulkarnain Sangadji, S.P., M.Si., Ketua Program Studi Agroteknologi Diah Kartika Wulandari S.P.,M.Si. serta sejumlah dosen Fakultas Pertanian.

Asesmen lapangan merupakan tahapan dalam proses akreditasi program studi, ketika asesor mencocokkan dokumen yang diajukan dengan kondisi nyata di kampus. Rangkaian asesmen lapangan Prodi Agroteknologi Unamin dijadwalkan berlanjut hingga Kamis (8/10/2026).
Penjaminan mutu program studi melalui akreditasi ini sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Sebagai program studi pertanian, Agroteknologi juga berkaitan dengan SDG 2, Tanpa Kelaparan, yang menekankan ketahanan pangan dan pertanian berkelanjutan. Unamin berharap seluruh tahapan asesmen berjalan lancar dan memberikan hasil terbaik bagi Prodi Agroteknologi, sebagai bagian dari komitmen kampus menghadirkan pendidikan tinggi pertanian yang bermutu di Papua Barat Daya. (BPY)