Staf BAAK UNAMIN Raih Peserta Terbaik 2 Pelatihan Instruktur Nasional Regional Indonesia Timur
Sorong, 29 September – Staf Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan (BAAK) Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Imran, berhasil meraih Peserta Terbaik 2 dalam Pelatihan Instruktur Nasional Regional Indonesia Timur yang diselenggarakan oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Kegiatan tersebut berlangsung pada 25–29 September 2026 di Universitas Muhammadiyah Makassar. Pelatihan ini menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai metode pengkaderan serta berbagai hal yang berkaitan dengan Muhammadiyah.
Imran menjelaskan bahwa keikutsertaannya dalam pelatihan tersebut didorong oleh keinginan untuk memahami lebih mendalam metode pengkaderan dan berbagai hal terkait Muhammadiyah.
“Motivasi mengikuti kegiatan pelatihan instruktur nasional adalah guna memahami lebih mendalam metode pengkaderan serta hal-hal terkait Muhammadiyah, dengan harapan ilmu yang didapat dapat memberikan manfaat bagi Muhammadiyah di Papua Barat,” ujarnya.
Selama mengikuti pelatihan, Imran juga mendapatkan pengalaman yang berkesan ketika diminta untuk mencairkan suasana saat peserta mulai merasa jenuh dengan rangkaian latihan. Ia kemudian memilih permainan “Angin Berhembus”untuk membangun kembali suasana yang lebih santai dan menyenangkan.
“Saat pertama diminta untuk mencairkan suasana pada saat mulai jenuh latihan, saya memilih permainan angin berhembus yang membuat seluruh ruangan menjadi gaduh, tetapi sangat menghibur,” ungkapnya.
Setelah meraih Peserta Terbaik 2, Imran berencana membawa hasil pelatihan tersebut ke dalam kegiatan kaderisasi di daerah. Setelah kembali ke Sorong, akan dilakukan pertemuan koordinasi bersama MPKSDI daerah untuk membahas pelaksanaan Baitul Arqam Guru di lingkungan daerah.
Selain itu, direncanakan pula pelaksanaan pelatihan instruktur wilayah untuk membantu memenuhi kebutuhan instruktur di lingkungan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Papua Barat Daya (PWM PBD).
Imran juga berharap dosen dan tenaga kependidikan UNAMIN dapat mengambil bagian dalam kegiatan pelatihan tersebut. Keterlibatan sivitas dan tenaga kependidikan diharapkan dapat turut mendukung penguatan kaderisasi serta pengembangan sumber daya manusia Muhammadiyah di Papua Barat Daya.
Capaian tersebut menjadi bagian dari kontribusi tenaga kependidikan UNAMIN dalam mengikuti kegiatan pengembangan kapasitas di tingkat regional. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari pelatihan diharapkan dapat diterapkan kembali melalui berbagai kegiatan kaderisasi dan pengembangan instruktur di daerah.
Upaya peningkatan kapasitas melalui kegiatan pelatihan ini sejalan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam mendukung peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi melalui proses pembelajaran dan pengembangan kapasitas secara berkelanjutan. (BPY)