Laboratorium Baru sebagai Wadah Pengembangan Kompetensi Mahasiswa
Sorong,26 Juni 2026 — Ada yang sedang tumbuh di kampus Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN). Bukan sekadar bangunan baru, melainkan ruang harapan: sebuah Laboratorium Manufaktur yang khusus disiapkan untuk mahasiswa Program Studi Teknik Industri. Pembangunannya kini masih berjalan, namun arah dan tujuannya sudah jauh lebih jelas dari sekadar dinding dan atap — memastikan mahasiswa mendapat fasilitas belajar yang utuh dan layak.
Laboratorium Manufaktur ini bukan proyek yang berdiri sendiri. Ia bagian dari komitmen kampus untuk terus membenahi sarana dan prasarana, dari ruang kuliah hingga ruang praktik. Tahun ini, pengembangan laboratorium di UNAMIN menyasar beberapa fakultas sekaligus, dengan satu benang merah: meningkatkan mutu pembelajaran.
Ketua Biro Perencanaan dan Pengembangan UNAMIN, Muhammad Fathurrahman, menjelaskan bahwa pembangunan laboratorium ini lahir dari kebutuhan nyata di fakultas — bukan sekadar menambah gedung.
Latar belakang kami membangun dan mengembangkan laboratorium ini ada di beberapa fakultas. Tahun ini, salah satunya kami bangun di Program Studi Teknik Industri. Latar belakangnya tentu untuk peningkatan kualitas produk-produk yang ada di program studi itu. Tujuan lainnya, kami ingin agar kualitas di setiap program studi meningkat dan fasilitas yang seharusnya didapatkan mahasiswa semuanya lengkap. Tentunya ini akan berimbas ke hasil akreditasi di prodi-prodi yang ada.
Bagi UNAMIN, fasilitas dan akreditasi adalah dua hal yang saling mengikat. Ruang praktik yang memadai bukan hanya soal kenyamanan, tetapi juga modal mahasiswa untuk belajar lebih dalam dan menghasilkan karya yang lebih baik. Inilah yang menjadi alasan kampus tidak ingin berhenti pada satu titik.
Fathurrahman menegaskan, peningkatan fasilitas adalah pekerjaan yang tidak pernah benar-benar selesai. Setelah satu fakultas terpenuhi, perhatian bergeser ke fakultas berikutnya.
Kita selalu memikirkan untuk bisa meningkatkan, karena ini juga kebutuhan mahasiswa. Mahasiswa di sini harus dilayani, maka semua kebutuhan mereka yang berkaitan dengan pembelajaran tentu harus terus dikembangkan. Contohnya seperti laboratorium. Makanya kami selalu memikirkan fakultas mana lagi yang akan kami kembangkan. Kalau sekarang fasilitas hardware-nya sudah lengkap, ke depan bisa jadi software-nya yang kita lengkapi. Atau seperti di laboratorium perikanan dan pertanian, mungkin ada alat-alat yang belum lengkap, ke depan pasti akan dilengkapi.
Dari ruang komputer, laboratorium perikanan, hingga pertanian, peta pengembangan UNAMIN dirancang bertahap namun konsisten. Hari ini perangkat keras, esok perangkat lunak, lalu alat-alat penunjang yang masih kurang. Semua menuju satu tujuan yang sama: mahasiswa yang terlayani dengan baik.
Di balik semua rencana itu, Fathurrahman menitipkan satu harapan yang sederhana namun penting — agar mahasiswa benar-benar memanfaatkan setiap fasilitas yang disediakan.
Semua yang kami kembangkan ini tujuannya untuk mahasiswa. Maka diharapkan para mahasiswa bisa memanfaatkannya sebaik mungkin. Jadi kalau ada laboratorium, manfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kualitas mereka dan memperlancar studi di Universitas Muhammadiyah Sorong.
Tak lupa, ia mengingatkan bahwa fasilitas kampus adalah milik bersama yang harus dirawat oleh semua penggunanya.
Dan itu harus dijaga, karena ini milik kita semua. Jadi alangkah baiknya ketika digunakan, fasilitas itu tetap dijaga.
Pembangunan Laboratorium Manufaktur Teknik Industri yang sedang berjalan menjadi penanda bahwa UNAMIN serius melangkah maju. Satu per satu fakultas dibenahi, satu per satu kebutuhan dilengkapi. Dan di setiap ruang baru yang berdiri, ada pesan yang sama: kampus ini sedang menyiapkan tempat terbaik bagi mahasiswanya untuk tumbuh, berkarya, dan unggul.(RL)