Perkuat Kolaborasi Riset dan Aksi Iklim, UNAMIN Gelar Diskusi Publik dan Workshop Nasional "BICARA Tanah Papua"

Sorong, 02 September 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan program kolaborasi nasional bertajuk "BICARA TANAH PAPUA: Tanah Papua Kita, Masa Depan Kita — Bicara Ekonomi, Masyarakat Adat, dan Alam yang Tetap Hidup" yang diselenggarakan di Aula Lantai 3 Gedung Rektorat UNAMIN pada Selasa (01/09/2026). Agenda strategis ini mempertemukan peneliti lintas institusi, akademisi, jurnalis, pegiat lingkungan, serta kreator konten digital guna memperkuat ekosistem riset kolaboratif dalam mengadvokasi penyelamatan bentang alam dan pengakuan hak-hak masyarakat adat di Tanah Papua.

Kota Sorong menjadi kota kedelapan sekaligus gerbang perdana rangkaian inisiatif BICARA di Tanah Papua, setelah sebelumnya sukses diselenggarakan di Ternate, Banda Aceh, Padang, Jakarta, Tangerang Selatan, Indramayu, dan Kupang. Kegiatan ini diinisiasi secara kolaboratif oleh Yayasan Laboratorium Sains dan Komunikasi (CommsLab), Center of Economic and Law Studies (CELIOS), Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, World Resources Institute (WRI) Indonesia, EcoNusa Foundation, dan UNAMIN selaku mitra tuan rumah di Papua Barat Daya.

Acara dibuka dengan pengantar dari Badan Pengurus CommsLab, Kurniasih Suditomo, yang menekankan pentingnya menjahit riset tapak pengetahuan di lapangan bersama media. Sekretaris LHKP PP Muhammadiyah, Dr. David Efendi, S.IP., M.A., dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi jembatan (connecting people) yang mengorkestrasi temuan riset akademisi sekaligus merangkul para media content creator:

“Ketika alam menghadapi ancaman kerusakan, generasi muda harus memiliki wadah bersuara dan solidaritas. Target kita bukan hanya mengorkestrasi riset di ruang akademik, melainkan juga mendorong para media content creator menyuarakan kelestarian alam. Kolaborasi riset bersama UNAMIN dan jejaring mitra sangat terbuka lebar demi masa depan Papua.”

Menyambut kolaborasi tersebut, Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH., menyampaikan arahan utama sekaligus meresmikan pembukaan agenda. Rektor menggarisbawahi pentingnya mengangkat nilai kearifan lokal masyarakat adat Papua ke panggung sains global, yang selaras dengan nilai-nilai keagamaan:

Baca Juga: UNAMIN Gelar Bedah Buku #ResetIndonesia Bahas Krisis Ekologi dan Masa Depan Papua

“Di Papua ini ada penghormatan luhur terhadap tanah dan hutan yang tidak boleh dirusak sembarangan. Nilai ini harus didekati secara sains dan nilai keagamaan yang mewajibkan kita menjaga alam. Pertemuan ini adalah tonggak awal: jika Papua sejahtera dan alamnya terjaga, maka Indonesia pun sejahtera. UNAMIN siap menjadi pintu pembuka kolaborasi riset yang lebih luas.”

Kegiatan strategis ini turut dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor II Dr. H. Kamaluddin, S.S., M.M., dan Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Muh. Syahrul Kahar, S.Pd., M.Pd., serta para dekan dan dosen di lingkungan Unamin. Turut hadir pula para akademisi perwakilan perguruan tinggi mitra seperti Universitas Pendidikan Muhammadiyah (Unimuda) Sorong dan Universitas Cenderawasih (Uncen), jajaran narasumber nasional, tim media internal dan eksternal, serta puluhan mahasiswa yang memadati aula rektorat.

Diskusi Publik: Ekonomi dan Hutan Adat Papua

Agenda pertama diisi dengan diskusi publik bertajuk "Bicara Ekonomi, Masyarakat Adat, dan Alam yang Tetap Hidup". Sesi ini menghadirkan perspektif multidisipliner dari Peneliti CELIOS Atinna Rizqiana, akademisi kehutanan UNAMIN Dr. Agil Saeni, S.Hut., M.Si., serta Peneliti WRI Indonesia Mercyta Jorsvinna Glorya, dipandu oleh moderator Friska Kalia (Communication Manager EcoNusa Foundation). Forum ini membedah titik temu antara arah pembangunan ekonomi daerah, upaya perlindungan bentang hutan hujan tropis Papua, dan jaminan kepastian hak ulayat masyarakat adat.

Workshop Komunikasi: Mengemas Riset Menjadi Narasi Publik

Agenda berlanjut dengan sesi workshop komunikasi yang dipandu oleh jurnalis Eche Dias selaku moderator. Jurnalis senior sekaligus penulis buku Reset Indonesia, Farid Gaban, bersama kreator konten Papua Billy Tokoro membagikan teknik mentransformasikan data riset ilmiah menjadi narasi jurnalistik yang memikat serta konten multimedia kreatif yang mudah dipahami publik dan berdampak sosial luas.

Penyelenggaraan inisiatif BICARA Tanah Papua di UNAMIN ini memiliki keterkaitan erat dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). Isu pelestarian hutan dan aksi iklim berkontribusi langsung pada SDG 13: Penanganan Perubahan Iklim (Climate Action) dan SDG 15: Ekosistem Daratan (Life on Land). Selain itu, penguatan ekonomi berbasis hak adat menopang SDG 8: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi (Decent Work and Economic Growth), sementara kemitraan multipihak lintas perguruan tinggi, lembaga riset, organisasi masyarakat sipil, dan media mencerminkan sinergi SDG 17: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan (Partnerships for the Goals).

Melalui momentum ini, UNAMIN meneguhkan komitmennya sebagai perguruan tinggi berlandaskan spirit “Unggul, Humanis, Mencerahkan” yang siap menjadi pusat kolaborasi riset solutif bagi keberlanjutan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat Papua Barat Daya serta Indonesia. (AAM)

Share this Post