UNAMIN Gelar Bedah Buku #ResetIndonesia Bahas Krisis Ekologi dan Masa Depan Papua
Sorong, 01 September 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menggelar bedah buku dan diskusi publik bertajuk “Buku #ResetIndonesia Masuk Papua: Bagaimana Mewujudkan Kemakmuran untuk Semua” di Aula Rektorat Lantai 3, Senin (31/8/2026). Agenda kolaboratif bersama Ekspedisi Indonesia Baru, Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Serikat, dan CommsLab ini menyoroti eskalasi krisis ekologi sekaligus merumuskan arah baru keadilan pembangunan di Tanah Papua.
Forum strategis ini menghadirkan penulis buku #ResetIndonesia Farid Gaban dan Sekretaris LHKP PP Muhammadiyah David Efendi sebagai narasumber utama, dengan pembanding akademisi sekaligus tokoh perempuan adat UNAMIN Miryam Diana Kalagison, S.AN., M.Si. serta Dr. Bustamin Wahid, M.Si. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh jajaran pimpinan universitas, di antaranya Wakil Rektor II UNAMIN Dr. H. Kamaluddin, S.S., M.M., jajaran dosen, mahasiswa, hingga pegiat masyarakat sipil dan komunitas lingkungan dari luar kampus.
Dalam paparannya, Farid Gaban menegaskan peran vital Papua sebagai benteng ekologis yang menampung hampir separuh hutan tropis dan sepertiga hutan alam Indonesia. Namun, kawasan ini kini terancam deforestasi masif akibat proyek food estate dan energy estate seluas lebih dari tiga juta hektar, serta ekspansi tambang nikel yang mengancam pesisir hingga perairan Raja Ampat. Kondisi tersebut diperparah oleh deindustrialisasi dan kemunduran penegakan hukum nasional.

“Negeri ini butuh ‘turun mesin’ untuk ditata ulang secara menyeluruh. Kami menawarkan tujuh pilar solusi konkret: reforma agraria berbasis hak ulayat masyarakat adat, transformasi ekonomi ramah biodiversitas, kebangkitan koperasi demokratis, reformasi pendidikan sains alam, pemerataan pendapatan melalui Universal Basic Income, desentralisasi otonomi daerah yang substantif, serta pembenahan sistem politik melalui partai lokal yang akuntabel,” ungkap Farid.
Baca Juga: Kapenrem 181/PVT Bekali Maba UNAMIN Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara
Sekretaris LHKP PP Muhammadiyah David Efendi mengangkat konsep The Ecological University, menegaskan bahwa dunia akademik memiliki utang moral besar terhadap alam.

“Watak ekonomi ekstraktif ‘bongkar-bongkar’ yang merusak tidak bisa ditebus dengan program Corporate Social Responsibility (CSR) pemanis. Prioritas paling mendesak hari ini adalah mempertahankan bentang alam yang tersisa serta mendokumentasikan fakta lapangan secara mandiri,” tegas David.
Dari perspektif lokal, Miryam Diana Kalagison, S.AN., M.Si. menekankan pentingnya pengakuan hak ulayat dan peran perempuan adat dalam menjaga ruang hidup di Papua Barat Daya. Senada, Dr. Bustamin Wahid, M.Si. mendorong evaluasi mendasar terhadap tata kelola otonomi daerah agar pemanfaatan sumber daya alam berorientasi pada kesejahteraan masyarakat lokal, bukan kepentingan oligarki.
Kegiatan ini sekaligus mempertegas komitmen UNAMIN dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), terutama Poin 13 (Climate Action), Poin 14 (Life Below Water), Poin 15 (Life on Land), Poin 10 (Reduced Inequalities), dan Poin 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions). Sebagai kampus yang mengusung nilai unggul, humanis, dan mencerahkan, UNAMIN berkomitmen terus mengawal advokasi berbasis riset demi keberlanjutan masa depan Papua. (AAM)