Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar dan Keutamaannya

Sorong, 10 Maret 2026 — Umat Islam di seluruh dunia setiap bulan Ramadan menantikan hadirnya Malam Lailatul Qadar, malam yang memiliki keutamaan luar biasa karena disebut lebih baik dari seribu bulan. Malam ini diyakini terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadan, khususnya pada malam-malam ganjil seperti tanggal 21, 23, 25, 27, atau 29 Ramadan.

Para ulama banyak memperkirakan bahwa Malam Lailatul Qadar berpotensi terjadi pada malam ke-27 Ramadan. Namun, Nabi Muhammad SAW menganjurkan umat Islam untuk mencarinya di sepuluh malam terakhir Ramadan agar umat Muslim memperbanyak ibadah sepanjang periode tersebut.

Tanda-Tanda Malam Lailatul Qadar

Beberapa riwayat menyebutkan sejumlah tanda yang dapat dirasakan ketika Malam Lailatul Qadar terjadi, antara lain:

  1. Udara dan angin terasa sejuk serta tenang.

  2. Langit terlihat bersih dan cerah tanpa gangguan cuaca ekstrem.

  3. Matahari terbit pada pagi harinya dengan cahaya yang lembut dan tidak menyilaukan.

  4. Malam terasa damai tanpa gangguan suara-suara bising.

  5. Hati para mukmin merasakan ketenangan dan kekhusyukan dalam beribadah.

Tanda-tanda ini biasanya dirasakan oleh orang-orang yang menghidupkan malam tersebut dengan ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Amalan yang Dianjurkan pada Malam Lailatul Qadar

Untuk meraih keutamaan malam yang penuh keberkahan ini, umat Islam dianjurkan memperbanyak berbagai ibadah, di antaranya:

1. Shalat Malam (Qiyamul Lail)
Mendirikan shalat malam seperti tahajud, tarawih, dan witir menjadi amalan utama untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar.

2. Membaca Al-Qur’an
Memperbanyak tilawah Al-Qur’an serta merenungkan maknanya menjadi salah satu ibadah yang sangat dianjurkan.

3. I’tikaf di Masjid
Berdiam diri di masjid dengan niat beribadah, terutama pada sepuluh malam terakhir Ramadan, merupakan sunnah yang dicontohkan Rasulullah SAW.

4. Berdoa dan Memohon Ampunan
Umat Islam dianjurkan membaca doa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW kepada Aisyah RA:
“Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul ‘afwa fa’fu ‘anni.”
Artinya: Ya Allah, sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf dan menyukai maaf, maka maafkanlah aku.

5. Berzikir dan Bershalawat
Memperbanyak zikir seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan membaca shalawat kepada Nabi Muhammad SAW.

6. Bersedekah
Memberikan sedekah kepada yang membutuhkan, termasuk menyediakan makanan bagi orang yang berbuka puasa.

7. Menjaga Shalat Berjamaah
Menjaga shalat berjamaah, khususnya shalat Isya dan Subuh di masjid, juga menjadi amalan yang sangat dianjurkan.

Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar memiliki berbagai keutamaan yang sangat besar bagi umat Islam. Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa malam ini lebih baik daripada seribu bulan atau setara dengan lebih dari 83 tahun ibadah.

Selain itu, pada malam tersebut para malaikat turun ke bumi membawa keberkahan dan kedamaian hingga terbit fajar. Malam Lailatul Qadar juga menjadi waktu yang sangat mustajab untuk berdoa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.

Bagi kalangan mahasiswa, sepuluh malam terakhir Ramadan juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas ibadah di tengah kesibukan perkuliahan dan aktivitas organisasi. Mahasiswa dapat memanfaatkan waktu malam untuk melaksanakan shalat malam, membaca Al-Qur’an, serta memperbanyak doa agar diberikan kemudahan dalam menuntut ilmu dan meraih masa depan yang baik. Selain itu, kegiatan seperti i’tikaf di masjid kampus, berbagi makanan berbuka, dan menjaga shalat berjamaah dapat menjadi bentuk pengamalan nilai-nilai spiritual yang memperkuat karakter dan kepedulian sosial di lingkungan akademik.

Dengan memanfaatkan kesempatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mengejar prestasi akademik, tetapi juga membangun kedekatan spiritual kepada Allah SWT, sehingga tercipta keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.(AAM)

Share this Post