Amanah Disebut sebagai Pilar Utama dalam Kehidupan Seorang Muslim
Sorong, 02 Maret 2026 — Kegiatan kultum ba’da Dzuhur yang telah menjadi rutinitas di Masjid Darul Ulum Universitas Nahdlatul Ulama Kalimantan Selatan (UNAMIN) kembali dilaksanakan dengan diikuti mahasiswa, dosen, dan civitas akademika kampus. Pada kesempatan tersebut, tausiyah disampaikan oleh Dr. Agil Saeni, S.Hut., M.Si., dengan mengangkat tema tentang pentingnya menjaga amanah dalam kehidupan dunia sebagai bekal menuju akhirat.
Dalam penyampaiannya, Dr. Agil Saeni menjelaskan bahwa kehidupan dunia diibaratkan seperti setitik air di tengah samudera apabila dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Meski singkat, kehidupan di dunia justru menjadi penentu besar kecilnya pencapaian seseorang di akhirat kelak.
“Di alam dunia ini memang diibaratkan seperti setitik air di tengah samudera dibandingkan dengan kehidupan akhirat. Namun kehidupan kita yang setitik ini menentukan seberapa besar pencapaian kita di akhirat,” ujarnya di hadapan jamaah.
Ia menegaskan bahwa setiap manusia memikul amanah yang akan dimintai pertanggungjawaban. Amanah tersebut mencakup tiga aspek utama, yakni amanah kepada Allah SWT, amanah kepada sesama manusia, dan amanah kepada diri sendiri.
Amanah kepada Allah SWT diwujudkan melalui pelaksanaan kewajiban sebagai hamba. Ia mengingatkan bahwa tujuan penciptaan jin dan manusia adalah untuk beribadah kepada Allah SWT. Ibadah yang dimaksud tidak terbatas pada ritual semata, tetapi mencakup seluruh aktivitas kehidupan, termasuk bekerja, berinteraksi dengan keluarga, serta menjalin hubungan sosial yang dilandasi nilai kebaikan.
Selain itu, amanah kepada sesama manusia tercermin dalam hubungan pertemanan, tanggung jawab antara pimpinan dan bawahan, serta tugas-tugas yang dipercayakan kepada seseorang. Seluruh bentuk amanah tersebut, menurutnya, akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti pentingnya amanah terhadap diri sendiri. Menjaga kebersihan, kesehatan, serta kebugaran tubuh merupakan bagian dari tanggung jawab pribadi yang tidak boleh diabaikan. “Ketika kita sakit, kita perlu berobat dan beristirahat. Menjaga kesehatan dan kebugaran adalah bagian dari amanah yang wajib kita tunaikan,” jelasnya.
Dalam tausiyah tersebut, ia turut mengutip hadis yang diriwayatkan oleh Anas radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah SAW bersabda, perkara pertama yang hilang dari urusan agama adalah amanah dan yang terakhir adalah shalat. Hal ini menunjukkan bahwa amanah memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim.
Kultum ba’da Dzuhur ini merupakan bagian dari agenda rutin pembinaan spiritual yang dijadwalkan oleh para dosen di lingkungan UNAMIN. Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai tanggung jawab dan kesadaran dalam menjalankan amanah dapat terus tumbuh di kalangan civitas akademika sebagai bekal kehidupan dunia dan akhirat.(AAM)