Ceramah Idulfitri di UNAMIN, Prof. Achmad Jainuri Tekankan Makna Fitrah dan Tanggung Jawab Sosial

Sorong, 20 Maret 2026 — Pelaksanaan Shalat Idulfitri 1447 H di Lapangan Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Jumat (20/3), berlangsung khidmat dengan ceramah yang disampaikan oleh Wakil Ketua I Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. H. Achmad Jainuri, M.A., Ph.D. Dalam khutbahnya, ia mengajak seluruh jamaah untuk memaknai Idulfitri sebagai momentum kembali kepada fitrah, sekaligus memperkuat tanggung jawab sebagai manusia dalam kehidupan sosial.

Ia menegaskan bahwa Idulfitri merupakan wujud rasa syukur atas keberhasilan menjalankan ibadah puasa Ramadan. Fitrah dimaknai sebagai kondisi manusia yang kembali suci seperti saat dilahirkan, namun kesucian tersebut harus dijaga melalui upaya perbaikan diri yang berkelanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Prof. Achmad Jainuri menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat dua kecenderungan, yakni potensi untuk berbuat baik dan potensi untuk berbuat sebaliknya. Menurutnya, lingkungan memiliki peran penting dalam menentukan arah perilaku manusia. Oleh karena itu, setiap individu memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang baik dan saling mendukung dalam kebaikan.

Dalam khutbahnya, ia juga menyoroti peran manusia sebagai khalifah di muka bumi, yang bertugas menciptakan kehidupan yang adil, harmonis, dan seimbang. Ia mencontohkan praktik kehidupan masyarakat Madinah pada masa Nabi Muhammad SAW yang dibangun di atas prinsip keadilan, persamaan, kebebasan, pluralitas, dan musyawarah sebagai dasar kehidupan bersama.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa ibadah dalam Islam tidak hanya bersifat ritual, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang luas. Nilai-nilai seperti kejujuran, amanah, kesabaran, dan keikhlasan yang dilatih selama Ramadan harus terus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari, tidak hanya pada momen tertentu.

Mengakhiri ceramahnya, Prof. Achmad Jainuri mengajak seluruh jamaah untuk menjaga konsistensi dalam menjalankan nilai-nilai kebaikan setelah Ramadan, serta menjadikannya sebagai pedoman dalam membangun kehidupan yang harmonis di tengah masyarakat yang beragam.(AAM)

Share this Post