Dari Pangan Lokal Jadi Aset Ekonomi : UNAMIN Ciptakan UMKM di Tanjung Kasuari
Sorong,15 Juli 2026 — Tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat yang inovatif dan berkelanjutan di Tanjung Kasuari, Kota Sorong.
Program Pemberdayaan Masyarakat Pemula (PMP) ini di lakukan oleh tim dosen dari Universitas Muhammadiyah Sorong yaitu Christy Radjawane, M.Si, Siti Nurkayatun M.Si, Dr. Sukmawati M.Si, Sulfiana M.Si, Neneng Suarno M.Pi, Saleh Rumwokas, M.Pi, serta mahasiswa(i) dan bukan sekadar kegiatan sosial biasa, tetapi manifestasi nyata dari komitmen UNAMIN terhadap Sustainable Development Goals (SDG) — agenda pembangunan berkelanjutan global yang menargetkan pengakhiran kemiskinan, perlindungan planet, dan kesejahteraan umat manusia pada tahun 2030.
Inovasi utama dari kegiatan ini adalah pengolahan buah sukun dan ikan tuna menjadi produk abon yang bernilai tinggi. Menurut Christy Radjawane, Ketua Pelaksana kegiatan, inovasi ini lahir dari melimpahnya potensi pangan lokal yang belum dimanfaatkan secara optimal. "Daerah Tanjung banyak tumbuh pohon sukun dan ikan tuna melimpah di Kota Sorong, mudah didapat. Selama ini buah sukun umumnya hanya dikonsumsi dalam bentuk sederhana, sedangkan ikan tuna lebih banyak dijual dalam keadaan segar," ungkap Christy. Melalui inovasi ini, kedua komoditas lokal dipadukan menjadi produk abon yang memiliki nilai gizi tinggi, cita rasa khas, daya simpan lebih lama, dan nilai jual lebih tinggi.
Keunikan produk ini terletak pada kombinasi sempurna antara buah sukun yang kaya karbohidrat kompleks dan serat dengan ikan tuna sebagai sumber protein berkualitas tinggi. Kombinasi ini menghasilkan abon yang lebih bergizi, memiliki tekstur khas, cita rasa gurih, serta memanfaatkan bahan pangan lokal yang selama ini belum diolah secara maksimal. "Inovasi ini juga mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus menjadi ciri khas produk pangan Tanjung Kasuari," lanjut Christy.
Kegiatan pengabdian ini mencakup serangkaian tahap pembelajaran komprehensif. Tim dosen Perikanan UNAMIN beserta mahasiswa melakukan penyuluhan mengenai potensi buah sukun dan ikan tuna, pelatihan proses pembuatan abon, praktik langsung pengolahan, serta edukasi tentang pengemasan dan peluang pemasaran produk. Selain itu, masyarakat juga diberikan panduan tentang perizinan usaha dan strategi pemasaran produk. Pendekatan holistik ini dirancang untuk memberdayakan masyarakat secara menyeluruh.
Manfaat yang diharapkan dari program ini sangat signifikan. Program ini dirancang untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk bernilai ekonomi. "Manfaat yang diharapkan adalah meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat, membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, memperkuat ketahanan pangan, serta mendorong tumbuhnya UMKM berbasis potensi lokal," katakan Christy. Dalam jangka panjang, produk ini diharapkan dapat menjadi salah satu produk unggulan daerah yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
"Kegiatan pengabdian ini bukan merupakan bagian dari penelitian dosen, melainkan murni merupakan program pengabdian kepada masyarakat. Fokus utama kegiatan ini adalah mentransfer pengetahuan dan keterampilan kepada masyarakat melalui pelatihan serta pendampingan dalam mengolah potensi pangan lokal menjadi produk abon yang memiliki nilai tambah."
Kontribusi terhadap Sustainable Development Goals (SDG)
Program PMP berkontribusi pada SDG 1 & 2 (Pengentasan Kemiskinan & Ketahanan Pangan) melalui penciptaan peluang usaha berkelanjutan. SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) terpenuhi via transfer pengetahuan praktis kepada masyarakat. SDG 8 (Pekerjaan Layak & Pertumbuhan Ekonomi) terwujud dalam pembentukan UMKM lokal. SDG 9 (Inovasi & Industri) ditunjukkan melalui inovasi produk abon. SDG 12 (Konsumsi & Produksi Bertanggung Jawab) dilaksanakan dengan memanfaatkan bahan lokal yang melimpah dan mengurangi pemborosan. Terakhir, SDG 17 (Kemitraan Berkelanjutan) terwujud melalui sinergi perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat.
Christy juga menyampaikan pesan penting kepada generasi muda tentang pentingnya menjaga dan mengembangkan potensi pangan lokal. "Generasi muda memiliki peran penting dalam menjaga dan mengembangkan potensi pangan lokal. Jangan memandang pangan lokal sebagai produk yang kalah dibandingkan produk modern. Justru melalui kreativitas, inovasi, dan pemanfaatan teknologi, bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk yang berkualitas, memiliki daya saing tinggi, serta mampu menembus pasar yang lebih luas," tegasnya.
"Dengan mencintai dan mengembangkan pangan lokal, kita tidak hanya melestarikan kekayaan daerah, tetapi juga turut mendukung ketahanan pangan nasional dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat."
Untuk memastikan keberlanjutan program ini, Christy juga menyuarakan harapan kepada pemerintah daerah. "Kami berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan yang berkelanjutan melalui pelatihan, pendampingan usaha, bantuan peralatan produksi, fasilitasi perizinan, sertifikasi produk, serta promosi dan akses pemasaran bagi produk UMKM," ujarnya. Lebih lanjut, Christy menekankan pentingnya sinergi: "Diperlukan sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat agar inovasi berbasis potensi lokal dapat berkembang menjadi produk unggulan daerah yang mampu meningkatkan daya saing ekonomi dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan."
Kegiatan pengabdian masyarakat UNAMIN di Tanjung Kasuari menunjukkan bagaimana universitas dapat menjadi agen perubahan sosial yang nyata. Melalui inovasi abon ikan tuna-buah sukun, UNAMIN tidak hanya memberdayakan masyarakat lokal, tetapi juga berkontribusi aktif terhadap pencapaian Sustainable Development Goals. Semoga kegiatan ini menginspirasi lebih banyak inovasi lokal yang bermakna, dan semoga Tanjung Kasuari menjadi contoh pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan bagi daerah lain di Papua Barat Daya.(RL)