Dari Papua ke Nasional! Mahasiswa Unamin Tawarkan Solusi Energi Baru Lewat Kompor Berbahan Bakar Oli
Sorong, 10 Oktober 2025 – Tiga mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) dari Program Studi Teknik Industri angkatan 2024 berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang Ergonomics Competition tingkat regional. Mereka adalah Ahmad Y. Alfahrizi, Alifya R. Putri, dan M. Sabry, yang kini bersiap melangkah ke tingkat nasional setelah meraih juara pada babak seleksi sebelumnya.
Tim yang terdiri dari ketiga mahasiswa ini menghadirkan inovasi unik berupa kompor portable berbahan bakar oli bekas, sebuah solusi alternatif ramah lingkungan sekaligus efisien dari sisi penggunaan energi. Berbeda dengan kompor berbahan bakar gas atau minyak tanah, inovasi ini menawarkan alternatif ketika bahan bakar umum mengalami kelangkaan.
Dalam wawancara bersama Ahmad Y. Alfahrizi, ia menjelaskan bahwa ide tersebut berawal dari keprihatinannya terhadap kondisi di lapangan.
“Gas dan minyak tanah kini sering langka, sementara oli bekas mudah didapat dan belum banyak dimanfaatkan secara optimal. Jadi kami mencoba menciptakan produk ergonomis yang bisa digunakan masyarakat dengan mudah dan efisien,” ungkap Ahmad.
Produk yang mereka ciptakan memiliki ukuran lebih kecil dibanding kompor oli pada umumnya, sehingga lebih praktis dan mudah dibawa ke mana saja. Desain ergonomis dan efisiensi energi menjadi nilai tambah yang membuat karya mereka unggul dalam kompetisi tersebut.
Dalam proses pengerjaannya, ketiga mahasiswa ini membagi peran dengan baik: Alifya R. Putri bertugas sebagai ketua tim dan penyusun proposal, Ahmad Y. Alfahrizi sebagai perancang desain produk, sementara M. Sabry bertanggung jawab dalam pembuatan fisik produk.
Yusuf juga mengungkapkan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam lomba ini adalah keterbatasan bahan dan komponen di wilayah Papua.
“Beberapa material, terutama komponen elektrik, tidak tersedia di sini. Jadi kami harus memesan dari Jawa. Meski begitu, kami tetap berusaha maksimal dengan bahan yang ada,” jelasnya.
Perasaan bangga dan haru tidak bisa disembunyikan oleh yusuf saat mengetahui timnya lolos ke tingkat nasional.
“Jujur saya kaget sekaligus senang. Tidak menyangka bisa sejauh ini. Kami berharap saat final nanti di Mataram bisa tampil maksimal dan membawa nama baik kampus,” katanya penuh semangat.
Saat ini, tim tengah mempersiapkan prototype final dan video promosi sebagai bagian dari penilaian tahap nasional. Mereka juga berharap dapat berangkat bersama dosen pembimbing mereka untuk menambah semangat dalam kompetisi mendatang.
Sebagai penutup, Ahmad memberikan pesan motivatif bagi mahasiswa lain:
“Tuangkan semua ide kalian, jangan ditahan. Bekerja sama itu penting. Dalam perkuliahan jangan hanya belajar teori, tapi ikutlah lomba-lomba agar tahu di mana kelebihan kita. Tidak semua orang bisa naik pohon, tapi setiap orang punya cabang kehebatannya masing-masing,” ujarnya sambil tersenyum.
Karya inovatif dan semangat kolaboratif ketiga mahasiswa ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Papua Barat juga mampu bersaing di kancah nasional melalui kreativitas dan kerja keras.[CGS]