Delegasi FT UNAMIN Dalami Tata Kelola, K3, dan Akreditasi
Sorong, 24 Juli 2026 — Delegasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) mengikuti rangkaian hari ketiga Forum Dekan Teknik Indonesia (FDTI) Dean's Course Angkatan VIII yang diselenggarakan di Institut Teknologi Bandung (ITB), Rabu (15/7). Pada kegiatan tersebut, delegasi UNAMIN mendalami tata kelola keuangan perguruan tinggi, penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3), serta strategi Unit Pengelola Program Studi (UPPS) dalam mendukung pencapaian akreditasi unggul.
Kegiatan ini menjadi wadah bagi para pimpinan fakultas teknik dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan, serta memperkuat kapasitas kepemimpinan dalam menghadapi tantangan pengelolaan pendidikan tinggi yang semakin dinamis.
Delegasi Fakultas Teknik UNAMIN terdiri atas Ketua Program Studi Teknik Sipil, Teknik Industri, Teknik Informatika, Teknik Lingkungan, Sekretaris Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, serta Ketua Gugus Penjaminan Mutu Fakultas Teknik. Sementara itu, Dekan Fakultas Teknik UNAMIN, Dr. Ir. Hendrik Pristianto, S.T., M.T., IPM., hadir sebagai Ketua FDTI Wilayah Timur sekaligus dipercaya menjadi moderator pada sesi pembahasan penerapan SMK3 di perguruan tinggi.
Materi pertama membahas tata kelola keuangan perguruan tinggi yang menekankan pentingnya keseimbangan antara otonomi dan akuntabilitas. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pengelolaan anggaran, pengendalian internal, mitigasi risiko audit, serta pentingnya dokumentasi yang baik sebagai bagian dari tata kelola institusi yang profesional. Selain mendukung efektivitas pengelolaan sumber daya, penerapan prinsip tersebut juga menjadi fondasi dalam mewujudkan sistem penjaminan mutu yang berkelanjutan.
Sesi berikutnya mengangkat urgensi penerapan Sistem Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja (SMK3) di lingkungan perguruan tinggi. Pembahasan menekankan bahwa keselamatan tidak cukup dipandang sebagai pemenuhan regulasi, melainkan harus menjadi budaya organisasi yang diterapkan dalam kegiatan pembelajaran, penelitian, praktikum, hingga pengelolaan laboratorium.
Sebagai moderator pada sesi tersebut, Dr. Ir. Hendrik Pristianto, S.T., M.T., IPM., menegaskan bahwa budaya keselamatan harus dibangun secara menyeluruh di lingkungan perguruan tinggi.
"Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab individu, tetapi merupakan bagian dari sistem tata kelola institusi. Dengan membangun budaya SMK3 yang kuat, perguruan tinggi dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman, meningkatkan kualitas pembelajaran, serta memperkuat kepercayaan masyarakat dan mitra terhadap institusi," ujarnya.
Materi ketiga membahas strategi UPPS dalam mendukung pencapaian akreditasi unggul. Narasumber menekankan bahwa keberhasilan akreditasi tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen, tetapi juga konsistensi penerapan Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), penguatan dosen tetap program studi (DTPS), tata pamong yang efektif, serta kesinambungan pelaksanaan tridarma perguruan tinggi.

Bagi Fakultas Teknik UNAMIN, materi yang diperoleh menjadi referensi penting untuk memperkuat sistem dokumentasi, meningkatkan pengelolaan risiko laboratorium, mengembangkan kompetensi sumber daya manusia, serta menyelaraskan program kerja fakultas dengan target peningkatan mutu dan akreditasi program studi.
Dekan Fakultas Teknik UNAMIN, Dr. Ir. Hendrik Pristianto, S.T., M.T., IPM., menyampaikan bahwa pengalaman yang diperoleh selama mengikuti FDTI Dean's Course akan menjadi pijakan dalam pengembangan fakultas ke depan.
"Berbagai materi yang kami peroleh akan kami tindak lanjuti melalui penguatan tata kelola, peningkatan budaya keselamatan, penyempurnaan sistem penjaminan mutu, serta pengembangan sumber daya manusia. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen Fakultas Teknik UNAMIN untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan daya saing program studi," ungkapnya.
Partisipasi Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) dalam FDTI Dean's Course Angkatan VIII juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Quality Education) melalui penguatan mutu pendidikan tinggi, SDG 8 (Decent Work and Economic Growth) melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia, SDG 9 (Industry, Innovation and Infrastructure) melalui penguatan budaya keselamatan dan pengembangan pendidikan keteknikan yang inovatif, serta SDG 16 (Peace, Justice and Strong Institutions) melalui penerapan tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
Melalui keikutsertaan dalam FDTI Dean's Course Angkatan VIII, Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) terus mempertegas komitmennya untuk membangun tata kelola perguruan tinggi yang profesional, adaptif, dan berorientasi pada peningkatan mutu. Pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan menjadi bekal dalam memperkuat kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, sehingga Fakultas Teknik UNAMIN semakin siap menghadapi tantangan pendidikan tinggi di tingkat nasional maupun global.(AAM)