DEN RI Sosialisasikan Kebijakan Energi Nasional di Sorong & Dorong Transisi Energi Papua Barat Daya
Sorong, 31 Maret 2026 – Kegiatan kuliah tamu bertajuk sosialisasi kebijakan energi nasional digelar di Aula Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN). Kegiatan ini menghadirkan anggota Dewan Energi Nasional (DEN) RI sekaligus dosen Teknik Mesin Universitas Cenderawasih (UNCEN) Jayapura, Prof. Dr. Ir. Johni Jonatan Numberi, M.Eng., IPM., ASEAN Eng., sebagai narasumber utama.
Kuliah tamu ini bertujuan untuk mendorong percepatan pembangunan energi di wilayah Provinsi Papua Barat Daya melalui pemahaman kebijakan energi nasional. Kegiatan tersebut dihadiri oleh perwakilan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Papua Barat Daya, para ketua program studi Teknik Informatika, Teknik Sipil, dan Teknik Industri, serta mahasiswa dari ketiga jurusan tersebut.
Kegiatan ini merupakan bentuk kolaborasi antara Dewan Energi Nasional, pihak kampus, Persatuan Insinyur Indonesia, dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan sektor energi yang berkelanjutan di Papua Barat Daya.
“Kuliah tamu ini menjadi salah satu upaya untuk memberikan pemahaman kepada akademisi, mitra, dan mahasiswa mengenai arah kebijakan energi nasional, khususnya dalam menghadapi transisi energi,” ungkap Prof. Johni.
Ia menambahkan bahwa Indonesia saat ini tengah mendorong peralihan dari energi fosil seperti bahan bakar minyak, gas, dan batu bara menuju energi terbarukan. Sumber energi terbarukan yang menjadi fokus pengembangan meliputi energi surya, panas bumi (geotermal), air melalui PLTA dan PLTMH, biomassa, serta bahan bakar nabati seperti biodiesel dari sawit dan tebu.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi wadah diskusi interaktif antara narasumber dan peserta terkait tantangan serta peluang pengembangan energi di wilayah Papua Barat Daya. Mahasiswa dan peserta yang hadir diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan serta pandangan mereka mengenai implementasi energi terbarukan di daerah.
Dengan adanya kuliah tamu ini, diharapkan terjalin sinergi yang lebih kuat antara dunia akademik, organisasi profesi, dan pemerintah dalam mendukung kebijakan energi nasional. Sinergi tersebut dinilai penting guna mempercepat terwujudnya kemandirian energi dan pembangunan berkelanjutan di Papua Barat Daya.(RL)