FGD Visi Misi UNAMIN: Tegaskan Identitas Peradaban Pesisir dan Kepulauan

Sorong, 18 Mei 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka perubahan dan penajaman Visi serta Misi universitas tahun 2026. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 16 Mei 2026, bertempat di Ruang Aula Lantai 3 Rektorat UNAMIN.

Kegiatan ini diikuti oleh unsur pimpinan universitas serta para pemangku kepentingan internal dari unsur dosen di seluruh program studi di lingkungan UNAMIN, sebagai bagian dari rangkaian aktivitas Tim Task Force Visi Misi UNAMIN 2026. FGD ini dibawakan oleh Dekan Fakultas Teknik UNAMIN, Dr. Ir. Hendrik Pristianto, S.T., M.T., IPM, sebagai pemateri utama. Dalam paparannya, beliau menyampaikan tujuan utama diselenggarakannya forum tersebut.

"Kegiatan ini bertujuan untuk mensosialisasikan draft rancangan visi UNAMIN yang baru kepada seluruh pemangku kepentingan internal. Visi yang dirumuskan nantinya akan menjadi acuan arah Rencana Strategis UNAMIN periode berikutnya, mengingat Renstra lama untuk periode 2022–2026 telah habis masa berlakunya," ujar Dr. Hendrik.

Dr. Hendrik kemudian memperkenalkan draft visi baru UNAMIN yang telah melalui proses kajian mendalam:

"Menjadi universitas yang unggul dalam integrasi IPTEKS dan nilai Islam Berkemajuan bagi pengembangan peradaban pesisir dan kepulauan."

Visi tersebut dibangun atas empat penegasan utama: keunggulan akademik yang mencerminkan kualitas dan daya saing, integrasi IPTEKS sebagai pendekatan keilmuan yang multidisipliner dan solutif, nilai Islam Berkemajuan yang berorientasi pada etika dan kemaslahatan, serta peradaban pesisir dan kepulauan yang merepresentasikan kehidupan masyarakat dan lingkungan wilayah tersebut secara utuh.

"Pesisir adalah pusat peradaban, kepulauan adalah jaringan peradaban, dan keduanya menjadi simpul peradaban untuk wilayah pegunungan atau daerah penyangga," papar Dr. Hendrik.

Dalam kajiannya, Dr. Hendrik juga membandingkan draft visi baru ini dengan tiga alternatif visi lainnya yang pernah dirumuskan bersama pakar. Dari perbandingan tersebut, draft visi keempat dinilai paling unggul karena memiliki diferensiasi yang kuat, inklusif bagi seluruh fakultas UNAMIN, dan tidak membatasi mandat universitas pada sektor tertentu.

"Visi ini tidak generik, tidak meniru visi kampus lain, khas wilayah Indonesia Timur, dan satu-satunya di jaringan Perguruan Tinggi Muhammadiyah dengan fokus pada peradaban pesisir dan kepulauan," ungkapnya.

Menanggapi pertanyaan peserta mengenai apakah setiap pergantian periode Renstra harus selalu diikuti perubahan visi, Dr. Hendrik memberikan penjelasan yang tegas namun kontekstual.

"Jawabannya tidak. Namun perubahan dan penajaman visi kali ini didorong oleh tuntutan untuk merespons dinamika internal maupun eksternal, sehingga diperlukan penyesuaian arah baik dalam jangka pendek, jangka menengah, maupun jangka panjang UNAMIN," jelasnya.

Menanggapi pertanyaan terkait penggunaan frasa Islam Berkemajuan dalam visi, Dr. Hendrik menegaskan bahwa frasa tersebut tidak menghilangkan identitas Kemuhammadiyahan, melainkan justru memperkuatnya pada level nilai dan peradaban.

"Yang membuat kampus kehilangan kepercayaan bukan identitasnya, tetapi eksklusivitas perilakunya. Nilai Islam Berkemajuan adalah nilai etika internal yang menuntun cara kita mengelola pendidikan — nilai kemanusiaan, keadilan, dan kemajuan — sementara UNAMIN terbuka dan melayani seluruh masyarakat Papua tanpa membedakan latar belakang agama dan budaya," pungkas Dr. Hendrik.

FGD ini menjadi bagian penting dari proses perumusan arah strategis UNAMIN. Melalui keterlibatan aktif sivitas akademika, UNAMIN berkomitmen untuk menghadirkan visi yang tidak hanya kuat secara ideologis dan akademik, tetapi juga relevan dengan konteks geografis dan sosial wilayah Papua Barat Daya. Hasil masukan dari forum ini selanjutnya akan menjadi bahan pertimbangan Tim Task Force dalam finalisasi draft visi sebelum ditetapkan secara resmi sebagai kompas arah universitas pada periode Renstra berikutnya.(AF)

Share this Post