Guest Lecture UNAMIN Bahas Konservasi Satwa Endemik untuk Pariwisata Berkelanjutan

Sorong, 04 Februari 2026 — Lembaga Kerjasama dan Urusan Internasional (LKUI) Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) kembali menyelenggarakan Guest Lecture – Chapter #3 dengan mengangkat tema “Konservasi Satwa Endemik untuk Pariwisata Berkelanjutan”. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu, 4 Februari 2026, di Aula UNAMIN, dan diikuti oleh mahasiswa serta dosen lintas jurusan. Hadir sebagai pemateri utama, La Ode Saudin, pendiri komunitas Raja Ampat Herping, yang aktif dalam edukasi konservasi dan promosi pariwisata berbasis keanekaragaman hayati.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran sivitas akademika terhadap pentingnya pelestarian satwa endemik sebagai bagian dari strategi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan di Papua. Keanekaragaman hayati di wilayah Papua yang sangat tinggi menjadi salah satu kekayaan yang harus dijaga dan dipromosikan secara bertanggung jawab.

Guest Lecture ini merupakan bagian dari upaya UNAMIN untuk memperkuat pendidikan lintas disiplin yang berorientasi pada isu lingkungan dan keberlanjutan. Melalui pendekatan dialogis dan berbasis pengalaman lapangan, peserta diajak untuk memahami hubungan erat antara pelestarian satwa endemik dengan pengembangan pariwisata lokal yang beretika dan berwawasan ekologis.

Sesi kuliah tamu ini menghadirkan pemateri utama La Ode Saudin, pendiri komunitas Raja Ampat Herping, yang dikenal aktif dalam edukasi konservasi herpetofauna dan promosi pariwisata berbasis keanekaragaman hayati. Dalam paparannya, La Ode Saudin membagikan pengalaman langsungnya dalam mengamati, mendokumentasikan, dan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya melindungi satwa liar—khususnya reptil dan amfibi—sebagai bagian dari identitas alam Papua.
Diskusi berjalan interaktif, dengan banyak mahasiswa yang menyampaikan pendapat dan pertanyaan seputar peran mereka dalam penguatan konservasi di daerah masing-masing.

Kegiatan ini menjadi ruang belajar lintas disiplin, mempertemukan pengetahuan teoritis dengan realitas lapangan.Mahasiswa didorong untuk tidak hanya memahami isu konservasi secara teoritis, tetapi juga mulai mengambil langkah nyata di lingkungan sekitarnya. Potensi akademik dan keterampilan yang dimiliki diharapkan dapat diarahkan untuk menciptakan solusi konkret demi menjaga keberlanjutan ekosistem dan pariwisata berbasis alam di Papua.

Melalui semangat kolaboratif ini, UNAMIN percaya bahwa masa depan konservasi ada di tangan generasi muda yang peduli, tangguh, dan berani bertindak. Dari ruang aula hingga ke lapangan nyata, langkah kecil hari ini adalah fondasi bagi Papua yang lestari di masa depan.(RL)

Share this Post