Hadiri Forum Konsultasi Publik 2026 di KPP Pratama Sorong, Unamin Bawa Pulang Penghargaan dan Semangat Integritas

Sorong,07 Juli 2026 — Ada kabar membanggakan dari ruang rapat lantai dua Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Sorong. Dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) 2026 yang digelar Rabu, 24 Juni 2026, Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) menerima penghargaan sebagai institusi yang berperan aktif dalam kegiatan perpajakan — buah dari kiprah mahasiswanya yang dua tahun berturut-turut menorehkan poin teratas sebagai Relawan Pajak.

Forum yang berlangsung pukul 09.00 hingga 12.00 WIT di Jalan Jend. Sudirman Nomor 26, Malabutor, Sorong Manoi, Kota Sorong itu mengusung agenda peningkatan kualitas pelayanan publik sekaligus sosialisasi program pengendalian gratifikasi. Kegiatan ini merupakan amanat Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009 tentang Pelayanan Publik beserta Peraturan Pemerintah Nomor 96 Tahun 2012 tentang pelaksanaannya.

Atas disposisi Rektor, Unamin diwakili dua srikandinya: Dr. Wisang Candra Bintari, S.E., M.M., FRMCP — Kepala Biro Keuangan yang juga dosen Magister Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Unamin — bersama Bekti Wiji Lestari, S.M., M.Ak., Kepala Bidang Akuntansi Unamin.

Selain membahas pelayanan publik, forum juga mengedukasi peserta tentang Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2026 yang membawa perubahan pengaturan Pajak Penghasilan (PPh) Final 0,5 persen, menyesuaikan ketentuan dalam PP Nomor 55 Tahun 2022 tentang penyesuaian pengaturan di bidang pajak penghasilan. Bagi Wisang, informasi ini menjadi wawasan segar yang langsung relevan dengan dunia akademik dan praktik keuangan kampus.

Mahasiswa Jadi Bintang: Dua Tahun Berturut-turut Teratas di Program Renjani

Penghargaan yang diterima Unamin tidak datang begitu saja. Di baliknya ada keterlibatan mahasiswa Program Studi Manajemen dan Akuntansi FEB Unamin dalam Program Relawan Pajak untuk Negeri (Renjani) tahun 2025 dan 2026. Hebatnya, mahasiswa kedua prodi tersebut meraih poin teratas dua tahun berturut-turut.

“Kontribusi mahasiswa kepada masyarakat tidak harus menunggu selesai kuliah. Dalam proses kuliah pun mereka bisa membantu masyarakat dalam hal edukasi perpajakan dan pelaporan SPT tahunan. Apresiasi yang tinggi buat anak-anak kami, dan ucapan terima kasih karena mereka telah menjalankan perannya sebagai Relawan Pajak,” ujar Wisang, yang juga membina Tax Center Unamin.

Ia memastikan kegiatan semacam ini akan terus berlanjut, sejalan dengan komitmen kampus menghadirkan pembelajaran yang berdampak nyata bagi masyarakat Papua Barat Daya.

Integritas Dimulai dari Ruang Kuliah

Tema pengendalian gratifikasi dalam forum ini menyentuh langsung peran perguruan tinggi. Menurut Wisang, dosen memegang posisi kunci dalam menanamkan budaya antigratifikasi kepada mahasiswa.

“Peran dosen sangat penting dalam hal ini. Dosen bisa menjadi teladan atau role model integritas, edukator atau pengajar, fasilitator budaya akademik bersih, pembimbing dan konselor, serta agen perubahan di masyarakat,” jelasnya.

Kepada mahasiswa, ia menitipkan pesan bahwa integritas bukan sekadar kata di buku etika, melainkan fondasi karakter yang harus dibangun sejak di bangku kuliah.

“Integritas adalah keselarasan antara nilai, ucapan, dan tindakan. Dalam dunia pendidikan, ini dikenal sebagai integritas akademik — prinsip yang menjunjung tinggi kejujuran, keadilan, kepercayaan, dan tanggung jawab selama proses belajar-mengajar. Jujur, mandiri, tanggung jawab, berani, sederhana, peduli, disiplin, adil, dan kerja keras harus dimiliki mahasiswa dalam proses menyelesaikan studi,” pesannya.

Mimpi Berikutnya: Kelas Brevet Pajak di Unamin

Menutup perbincangan, Wisang berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan instansi pemerintah tidak berhenti di forum ini. Ia bahkan sudah membayangkan langkah konkret berikutnya bersama KPP Pratama Sorong.

“Harapannya kerja sama ini tetap terjaga, bahkan ke arah yang lebih baik lagi. Unamin punya Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan Program Studi Akuntansi — KPP bisa membuka kelas atau kursus Brevet A dan B, baik offline maupun online, yang sertifikatnya nanti bisa menjadi sertifikat kompetensi pendamping ijazah. Sosialisasi aturan-aturan baru tentang perpajakan juga perlu terus ditingkatkan,” pungkasnya.

Dari ruang rapat KPP Pratama Sorong, Unamin membawa pulang lebih dari sekadar piagam penghargaan: sebuah keyakinan bahwa kampus Islami di ujung timur Indonesia ini mampu melahirkan generasi yang unggul dalam kompetensi, humanis dalam pengabdian, dan mencerahkan bagi masyarakat sekitarnya.(RL)

Share this Post