Hari 2 World Water Forum ke-10 : Pembukaan Dan Penyambutan oleh Presiden RI Joko Widodo

20 Mei 2024 – Pada Hari ke 2 Kegiatan World Water Forum (WWF) ke-10 resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia, Ir. H. Joko Widodo, di Bali International Convention Centre (BICC), Nusa Dua. Forum yang mengusung tema "Water for Shared Prosperity" ini menekankan pentingnya air sebagai sumber kesejahteraan bersama. Dalam pidato pembukaannya, Presiden Joko Widodo menyoroti tiga poin krusial untuk keberhasilan agenda ini: menghindari persaingan, mengedepankan kerjasama, dan mencapai perdamaian dunia. Menurut beliau, pengelolaan air yang baik akan membawa manfaat besar bagi kesejahteraan global.

Presiden World Water Council, Mr. Loic Fauchon, juga turut memberikan sambutan. Ia mengajak semua pihak untuk menjadi "water warrior" dalam pengelolaan air di lingkungan masing-masing. Setelah pembukaan, agenda hari pertama WWF dilanjutkan dengan tiga segmen utama: ministerial segment, parliamenterial segment, dan thematic sessions. Delegasi dari Balai Wilayah Sungai (BWS) Papua Barat yang dipimpin oleh Kepala BWS, Bapak Wempi Nauw, ST., MT., serta Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sorong, Dr. Ir. Hendrik Pristianto, ST., MT., IPM., turut hadir dalam acara tersebut.

Kepala BWS Papua Barat, Bapak Wempi Nauw, ST., MT., menjelaskan fokus kegiatan BWS Papua Barat dalam beberapa tahun terakhir, yang meliputi revitalisasi danau dan penyediaan air baku, pengendalian banjir di daerah aliran sungai, operasi dan pemeliharaan infrastruktur tata kelola air, serta pencegahan abrasi garis pantai. Hasil dari kegiatan WWF ke-10 ini akan dijadikan acuan dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Himpunan Ahli Teknik Hidro (PIT-HATHI) ke-41 di Sorong pada 13-15 September 2024, dengan tema "Inovasi Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Air Menuju Kesejahteraan Bersama".

Dekan Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Sorong, Dr. Ir. Hendrik Pristianto, ST., MT., IPM., menekankan pentingnya tata kelola air di Provinsi Papua Barat Daya, terutama di Kota Sorong sebagai ibu kota provinsi baru. Mengutip pesan Presiden Joko Widodo, Dr. Hendrik mengingatkan bahwa pengelolaan air yang buruk dapat berpotensi menyebabkan bencana. Oleh karena itu, Kota Sorong harus serius menerapkan konsep penataan kota berbasis daerah aliran sungai (DAS), menjadikan sungai-sungai sebagai objek vital dalam pengendalian banjir dan sumber air baku masyarakat.(ARK)

Share this Post