Hari Kedua Lebaran, Mengapa Perut Terasa Begah dan Kembung?

Sorong, 22 Maret 2026 — Memasuki hari kedua setelah perayaan Idulfitri, banyak masyarakat, termasuk mahasiswa, mulai merasakan perut begah dan kembung. Kondisi ini kerap muncul setelah perubahan pola makan selama Lebaran yang cenderung meningkat, baik dari segi jumlah maupun jenis makanan yang dikonsumsi.

Selama perayaan, konsumsi makanan tinggi lemak, santan, dan gula seperti opor, rendang, serta aneka kue kering menjadi lebih sering. Tanpa disadari, pola makan ini membuat sistem pencernaan bekerja lebih keras. Ditambah dengan jadwal makan yang tidak teratur serta kebiasaan makan dalam porsi besar, hal tersebut memicu penumpukan gas di dalam perut yang menyebabkan rasa kembung.

Bagi mahasiswa, kondisi ini juga dipengaruhi oleh perubahan rutinitas selama libur Lebaran. Waktu istirahat yang tidak teratur, kurangnya aktivitas fisik, serta kebiasaan ngemil dapat memperlambat proses pencernaan. Akibatnya, rasa tidak nyaman pada perut lebih mudah dirasakan saat memasuki hari kedua Lebaran.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, konsumsi makanan berlemak tinggi dan rendah serat dapat memperlambat proses pencernaan dan memicu gangguan seperti perut kembung. Sementara itu, World Health Organization menekankan bahwa pola makan tidak seimbang selama perayaan dapat berdampak langsung pada kesehatan sistem pencernaan.

Untuk mengurangi rasa begah, disarankan mulai kembali ke pola makan seimbang dengan memperbanyak konsumsi serat, minum air putih yang cukup, serta mengatur porsi makan. Aktivitas fisik ringan juga dapat membantu tubuh kembali beradaptasi setelah perubahan pola makan selama Lebaran.

Dengan memahami penyebabnya, masyarakat, termasuk mahasiswa, dapat lebih bijak dalam mengatur pola konsumsi agar tetap nyaman menjalani aktivitas pasca-Lebaran.(AAM)

Share this Post