Hari Kedua Sosialisasi Beasiswa KIP, Unamin Buka Jalan Kuliah bagi Calon Mahasiswa Baru

Sorong,04 Juli 2026 — Aula Universitas Muhammadiyah Sorong (Unamin) kembali dipenuhi wajah-wajah penuh harap, Sabtu pagi. Para calon mahasiswa baru duduk menyimak pemaparan tentang satu hal yang kerap menjadi ganjalan terbesar untuk melanjutkan kuliah: biaya. Lewat sosialisasi beasiswa Kartu Indonesia Pintar (KIP) hari kedua ini, Unamin ingin memastikan tidak ada mimpi yang kandas hanya karena persoalan finansial.

Kegiatan yang digelar oleh pengurus KIP Unamin ini merupakan lanjutan dari sosialisasi hari pertama yang berlangsung Jumat, 3 Juli 2026. Hadir sebagai pemateri Imran, S.Pi. dari Biro Kemahasiswaan Unamin bersama Fadli Hasa, S.Kom., M.Kom., Kepala Bagian Admisi. Keduanya bergantian mengupas seluruh skema beasiswa yang tersedia di Unamin — mulai dari KIP Kuliah hingga beasiswa-beasiswa lain yang bisa diakses mahasiswa.

Imran menegaskan, sosialisasi ini digelar agar informasi beasiswa benar-benar sampai ke tangan yang membutuhkan.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah kami ingin menyampaikan informasi tentang beasiswa-beasiswa yang dapat diakses di Universitas Muhammadiyah Sorong kepada calon mahasiswa baru yang akan berkuliah di Universitas Muhammadiyah Sorong. Karena ketika teman-teman memang ada yang memiliki kemampuan yang kurang di bidang finansial, maka beasiswa-beasiswa ini yang akan menjadi solusi buat teman-teman di luar sana untuk mendaftar dan melanjutkan ke jenjang perkuliahan, khususnya nanti di Universitas Muhammadiyah Sorong,” ungkap Pak Fadli.

Di hadapan peserta, pemateri juga menjelaskan syarat dan alur pendaftaran masing-masing beasiswa, sehingga calon mahasiswa bisa mempersiapkan berkas sejak dini dan tidak melewatkan tenggat yang ditentukan.

“Harapan ke depannya adalah semoga semakin banyak mahasiswa yang tahu informasi tentang beasiswa-beasiswa yang ada di Unamin, dan juga bisa mendapatkan beasiswa-beasiswa itu sesuai dengan syarat-syarat yang sudah ditentukan, serta dapat membantu teman-teman yang memiliki kemampuan finansial yang kurang,” lanjutnya.

Dengan rangkaian sosialisasi dua hari ini, Unamin berharap semakin banyak anak muda Papua Barat Daya yang berani melangkah ke bangku kuliah — karena di kampus yang mengusung semangat Unggul, Humanis, dan Mencerahkan ini, keterbatasan biaya bukan akhir dari segalanya. (RL)

Share this Post