Healing Ala Mahasiswa: Mengapa Musik Jadi Pilihan Utama?

Sorong, 17 April 2026 — Musik semakin menjadi pilihan utama mahasiswa sebagai sarana healing di tengah tekanan akademik yang tinggi. Aktivitas seperti mendengarkan lagu saat belajar, beristirahat, atau sebelum tidur dinilai mampu membantu meredakan stres dan menjaga keseimbangan emosi. Informasi dari Alodokter menyebutkan bahwa musik dapat memberikan efek relaksasi serta membantu menenangkan pikiran.

Tekanan akademik seperti tugas, ujian, hingga kegiatan organisasi sering membuat mahasiswa mengalami kelelahan mental. Dalam kondisi ini, musik menjadi pilihan yang mudah dan praktis. Penjelasan dari Halodoc menunjukkan bahwa musik dapat meningkatkan hormon dopamin yang membuat perasaan lebih baik, serta menurunkan hormon kortisol yang berkaitan dengan stres.

Selain itu, musik juga digunakan dalam music therapy untuk mendukung kesehatan mental. World Health Organization (WHO) menjelaskan bahwa terapi musik dapat membantu mengurangi kecemasan, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan kualitas hidup. Musik dengan tempo lambat seperti instrumental diketahui lebih efektif untuk membantu tubuh menjadi rileks.

Kemudahan akses melalui internet membuat musik semakin diminati sebagai sarana healing. Mahasiswa dapat mendengarkan musik secara gratis di berbagai platform digital, sehingga tidak memerlukan biaya besar. Kondisi ini menjadikan musik sebagai solusi yang sederhana, mudah dijangkau, dan minim pengeluaran untuk menjaga kesehatan mental.

Meski memiliki banyak manfaat, penggunaan musik tetap perlu diimbangi dengan kebiasaan sehat lainnya. Istirahat yang cukup, olahraga, dan menjaga hubungan sosial tetap penting dilakukan. Dengan cara ini, musik dapat menjadi pelengkap yang efektif dalam membantu mahasiswa menghadapi tekanan akademik.(AF)

Share this Post