Jangan Bilang Tidak Bisa Sebelum Mencoba

Sorong, 10 Mei 2026 — Banyak mahasiswa sering kali langsung bilang “aku nggak bisa” bahkan sebelum benar-benar mencoba. Baru lihat tugas yang susah, langsung menyerah. Baru dengar ada lomba, langsung merasa tidak mampu. Baru ditawari kesempatan, langsung mundur karena takut gagal. Padahal, yang belum dicoba belum tentu memang tidak bisa bisa jadi cuma belum berani.

Sering kali, rasa takut itu datang lebih dulu daripada usaha. Takut salah, takut malu, takut hasilnya tidak sesuai harapan. Akhirnya kita memilih diam dan tetap di tempat yang nyaman. Padahal, semua orang yang sekarang terlihat hebat juga pernah ada di posisi bingung dan tidak yakin seperti itu. Bedanya, mereka memilih mencoba.

Kuliah bukan cuma soal hadir di kelas dan kumpul tugas. Lebih dari itu, kuliah adalah tempat belajar menghadapi tantangan. Kadang kita harus dipaksa keluar dari zona nyaman supaya tahu ternyata kita mampu lebih dari yang kita kira. Ikut organisasi, presentasi di depan kelas, daftar magang, atau mencoba hal baru semuanya memang menakutkan, tapi justru di situlah proses berkembang dimulai.

Mengatakan “tidak bisa” terlalu cepat hanya membuat peluang hilang sebelum sempat diperjuangkan. Banyak kesempatan besar datang dari keberanian kecil untuk mencoba. Mungkin hasilnya tidak langsung sempurna, mungkin juga ada gagal di tengah jalan, tapi setidaknya kita belajar sesuatu. Dan itu jauh lebih berharga daripada hanya menyesal karena tidak pernah mulai.

Kadang kita terlalu sibuk melihat orang lain yang terlihat lebih pintar, lebih siap, atau lebih berpengalaman. Padahal, semua orang punya prosesnya masing-masing. Tidak perlu menunggu merasa sempurna untuk mulai, karena sering kali kemampuan itu tumbuh justru saat kita sedang menjalani prosesnya.

Jadi, sebelum bilang “aku nggak bisa”, coba dulu. Sebelum menyerah, jalani dulu. Karena siapa tahu, hal yang kamu anggap mustahil hari ini ternyata justru jadi pencapaian terbesarmu nanti. Jangan bilang tidak bisa sebelum mencoba, karena batas terbesar sering kali bukan kemampuan kita, tapi pikiran kita sendiri.(RL)

Share this Post