Kolaborasi UNAMIN dengan Industri untuk Cetak SDM Unggul di Papua Barat Daya
Sorong, 25 Juni 2026 — Ada pemandangan menarik di Kota Sorong sepanjang tahun ini. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) tak lagi hanya duduk di balik meja kuliah — mereka turun langsung ke ruang kendali jaringan nasional hingga menyambangi pelaku usaha di kampung pesisir. Bagi UNAMIN, kelas terbaik ternyata ada di dunia nyata.
Semangat itu bukan tanpa arah. Hingga periode akademik 2025–2026, UNAMIN telah meluluskan 13.820 alumnus, dengan 7.883 mahasiswa aktif yang kini menimba ilmu di kampus tersebut. Yang membanggakan, hasil tracer study 2025 mencatat 79 persen alumni yang disurvei sudah bekerja sesuai bidang keahlian mereka.
Rektor UNAMIN, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH., menilai capaian ini sebagai bukti nyata kontribusi kampus dalam membangun sumber daya manusia di Tanah Papua lewat penyelarasan kurikulum dengan kebutuhan industri. Guna mempercepat lahirnya SDM unggul, UNAMIN kini memfokuskan gerakannya pada tiga lini kolaborasi industri utama:
1. Menembus Jantung Industri Teknologi & Infrastruktur Digital
Salah satu cerita paling segar datang dari Program Studi Teknik Informatika. Sebanyak 30 mahasiswa berangkat menuju Network Operation Center (NOC) Palapa Ring Timur di kawasan Klawalu — jantung jaringan serat optik yang menghubungkan seluruh Indonesia Timur.
Di ruang yang biasanya tertutup bagi publik itu, mereka menyaksikan sendiri bagaimana lalu lintas data nasional dipantau, dikelola, dan dijaga tanpa henti. Bagi para dosen pendamping, momen seperti inilah yang membuat teori di kelas tiba-tiba terasa hidup dan bermakna. Pengalaman industri nyata ini memastikan lulusan UNAMIN siap menjadi motor penggerak digitalisasi di wilayah timur Indonesia.
2. Memperkuat Rantai Pasok dan Daya Saing Ekonomi Daerah
Di ranah makro, akademisi UNAMIN turut mengambil peran strategis dalam memetakan arah industri daerah. Dua dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Nurul Hidayah dan Ramli Lewenussa, duduk satu meja dengan Bank Indonesia dan Kementerian Perindustrian dalam diskusi penguatan rantai pasok industri di Sorong.
Kolaborasi ini memastikan bahwa kajian akademis di dalam kampus berjalan selaras dengan kebutuhan riil dunia pasar dan industri. Dengan keterlibatan aktif ini, UNAMIN mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memahami peta kompetisi industri yang sesungguhnya.
3. Modernisasi Industri Kreatif dan Hilirisasi Potensi Lokal
Kolaborasi industri UNAMIN juga menyentuh sektor terkecil di akar rumput. Lewat program Kosabangsa bersama Universitas Muhammadiyah Makassar, tim dosen terjun langsung mendampingi komunitas nelayan di Kampung Arar.
Tak sekadar mengenalkan alat tangkap ramah lingkungan, industri skala mikro di kampung ini didorong untuk naik kelas melalui hilirisasi produk. Mahasiswa dan dosen berkolaborasi mengedukasi warga lokal untuk mengolah udang Kasia menjadi produk bernilai jual tinggi, seperti terasi, abon, hingga sambal yang siap dipasarkan secara profesional.
Benang merah dari seluruh kegiatan ini sebenarnya sederhana. UNAMIN ingin ilmunya tidak berhenti di tembok kelas. Dengan menggandeng industri, pemerintah, dan masyarakat sebagai guru, kampus Islami di ujung barat Papua ini perlahan membuktikan bahwa lulusan unggul lahir dari keberanian menyentuh dunia nyata.(AF)