Kuliah Zaman Sekarang : Antara Zoom, Tugas, dan Overthinking..

Sorong, 18 Maret 2026 — Kuliah zaman sekarang rasanya beda banget dibanding dulu. Kalau dulu identik sama kelas, dosen, dan papan tulis, sekarang semuanya bisa pindah ke layar. Bangun tidur, buka laptop, langsung masuk Zoom. Kedengarannya simpel, tapi kenyataannya nggak sesederhana itu.

Buat banyak mahasiswa, kuliah online itu kadang bikin capek sendiri. Duduk lama depan layar, dengerin materi yang kadang susah dicerna, belum lagi koneksi yang suka nggak bersahabat. Belum selesai satu kelas, udah lanjut ke kelas berikutnya. Lama-lama bukan cuma badan yang lelah, tapi pikiran juga ikut penuh.

Belum lagi soal tugas. Rasanya tugas sekarang makin banyak, datang dari berbagai arah. Presentasi, makalah, diskusi, belum lagi deadline yang sering numpuk di waktu yang sama. Kadang niatnya mau nyicil dari awal, tapi ujung-ujungnya tetap kebut semalam sebelum deadline.

Di tengah semua itu, muncul satu hal yang sering nggak kelihatan tapi kerasa banget: overthinking. Mulai dari mikirin nilai, takut nggak paham materi, sampai bandingin diri sama teman lain. “Aku udah cukup belum ya?” atau “Kok dia bisa lebih cepat ngerti?” jadi pertanyaan yang sering muter di kepala.

Media sosial juga kadang bikin tambah overthinking. Lihat teman lain kelihatan produktif, aktif organisasi, atau punya pencapaian tertentu, bikin kita jadi ngerasa tertinggal. Padahal, setiap orang punya ritme masing-masing.

Tapi di balik semua itu, kuliah zaman sekarang juga ngajarin banyak hal. Mahasiswa jadi lebih mandiri, belajar ngatur waktu, dan terbiasa adaptasi sama perubahan. Nggak cuma soal akademik, tapi juga soal mental dan cara menghadapi tekanan.

Yang penting, jangan terlalu keras sama diri sendiri. Nggak apa-apa kalau capek, nggak apa-apa kalau butuh istirahat. Kuliah itu bukan lomba siapa yang paling cepat, tapi perjalanan buat berkembang.

Jadi, di antara Zoom yang nggak ada habisnya, tugas yang terus datang, dan overthinking yang kadang muncul tiba-tiba, mahasiswa sebenarnya lagi belajar satu hal penting: bertahan dan tetap jalan, meskipun nggak selalu mudah.(RL)

Share this Post