Kultum Ba'da Dzuhur: Memaknurkan Masjid di Bulan Ramadan
Kultum ba’da Dzuhur di Masjid Darul Ulum UNAMIN pada hari Rabu (04/03) disampaikan oleh Drs. Sattu, M.Si. dengan tema “Memakmurkan Masjid”. Dalam tausiyahnya, beliau mengajak jamaah, khususnya dosen dan sivitas akademika, untuk meningkatkan keimanan dengan memakmurkan masjid melalui salat berjamaah, zikir, dan membaca Al-Qur’an, terutama di bulan Ramadan.
Kegiatan yang dilaksanakan usai salat Dzuhur berjamaah tersebut diikuti oleh dosen dan mahasiswa di lingkungan Universitas. Dalam pembukaannya, Drs. Sattu, M.Si. menyampaikan rasa syukur atas nikmat Allah SWT yang memungkinkan jamaah kembali hadir di masjid untuk beribadah dan memperkuat keimanan.
Mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an, beliau menjelaskan bahwa orang-orang yang memakmurkan masjid adalah mereka yang beriman kepada Allah dan hari akhir. Menurutnya, masjid merupakan tempat berkomunikasi dengan Allah SWT yang dapat memberikan ketenangan jiwa di tengah berbagai persoalan kehidupan.
“Kalau kita menghadapi banyak masalah, maka perbanyaklah ke masjid. Berkomunikasi dengan Allah melalui doa, zikir, dan membaca Al-Qur’an akan menenangkan hati,” ujar Drs. Sattu, M.Si.
Dalam suasana bulan Ramadan, beliau juga mengingatkan bahwa salah satu keutamaan Ramadan adalah diturunkannya Al-Qur’an. Oleh karena itu, jamaah diajak untuk membiasakan diri membaca Al-Qur’an secara rutin, meskipun di tengah kesibukan. Ia menyarankan program sederhana seperti satu ayat, satu halaman, atau satu juz per hari sebagai bentuk konsistensi dalam beribadah.
Selain itu, beliau menekankan pentingnya adab di dalam masjid. Jamaah diingatkan untuk menjaga wudu sebelum memasuki masjid, melaksanakan salat tahiyatul masjid, memperbanyak zikir seperti kalimat la ilaha illallah, serta menjaga ketertiban saat azan dan iqamah berkumandang.
“Sebagai dosen dan bagian dari masyarakat ilmiah, kita harus memberi contoh yang baik kepada mahasiswa. Jangan sampai sudah iqamah masih berbicara atau bercanda. Keteladanan dosen akan menjadi pelajaran langsung bagi mahasiswa,” tegasnya.
Kultum ditutup dengan harapan agar pesan yang disampaikan dapat memberikan manfaat dan mendorong seluruh jamaah untuk semakin memakmurkan masjid sebagai pusat ibadah dan pembinaan akhlak.(AAM)