Kultum Ba'da Dzuhur: Tingkatkan Akreditas Iman dan Takwa

Sorong, 11 Maret 2026 — Drs. Sattu, M.Si. menyampaikan kultum ba’da Dzuhur di masjid Darul Ulum UNAMIN kepada jamaah dengan mengangkat tema tentang pentingnya meningkatkan kualitas iman dan ibadah yang dianalogikan dengan proses akreditasi di dunia akademik. Melalui kultum tersebut, ia mengajak jamaah untuk senantiasa memperbaiki kualitas keimanan dan amal sebagai bekal menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

Dalam ceramahnya, Drs. Sattu, M.Si. mengawali dengan mengajak jamaah untuk banyak bersyukur kepada Allah SWT karena masih diberikan iman dan kesempatan untuk melaksanakan salat berjamaah. Ia menegaskan bahwa manusia diciptakan oleh Allah SWT semata-mata untuk beribadah kepada-Nya, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.

“Tidaklah Allah menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menyembah kepada-Nya. Ini yang menjadi visi utama dalam kehidupan kita sebagai umat Islam,” ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa dalam mencapai tujuan tersebut terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi, sebagaimana dalam proses akreditasi yang dikenal di lingkungan perguruan tinggi. Kriteria pertama dan paling utama adalah syahadat, yaitu meyakini bahwa tidak ada Tuhan selain Allah SWT dan Nabi Muhammad SAW adalah utusan-Nya.

Kriteria berikutnya adalah mendirikan salat. Menurutnya, kualitas salat seseorang dapat dilihat dari kesungguhannya dalam menjalankan ibadah tersebut, termasuk kedisiplinan datang ke masjid. Ada yang datang sebelum azan, saat azan, bahkan setelah salat dimulai, yang masing-masing memiliki nilai dan bobot yang berbeda.

Ia juga mengingatkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari manusia sering berusaha meningkatkan kualitas pekerjaan atau institusi, misalnya ketika menghadapi proses akreditasi kampus yang memerlukan banyak persiapan dokumen dan penilaian. Namun, dalam kehidupan spiritual sering kali kurang memberikan perhatian yang sama.

“Padahal sesungguhnya kita juga sedang diasesmen setiap saat. Semua amal kita dicatat oleh malaikat. Karena itu mutu keimanan, mutu salat, dan mutu amal saleh harus terus kita tingkatkan,” jelasnya.

Menurutnya, keselarasan antara visi hidup dengan pelaksanaan ibadah menjadi kunci agar manusia dapat meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Ia berharap para jamaah dapat menjadi insan yang beribadah dengan penuh keikhlasan serta terus meningkatkan kualitas pengabdian kepada Allah SWT.

Kultum tersebut ditutup dengan harapan agar pembahasan mengenai berbagai kriteria menuju kehidupan yang lebih baik dapat dilanjutkan pada kesempatan berikutnya. Drs. Sattu, M.Si. juga mengajak jamaah untuk terus memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.(AAM)

Share this Post