Kultum Gerhana Bulan: Ustad Dzahaby Ajak Jamaah Perkuat Iman di Bulan Ramadan

Sorong, 04 Maret 2026 — Kultum dan salat gerhana bulan total digelar di Masjid Darul Ulum UNAMIN pada Selasa malam (03/03) bertepatan dengan fenomena gerhana bulan yang terjadi di tengah bulan Ramadan. Kegiatan ini dipimpin oleh Ustad Dzahaby S.Pd.I sebagai khatib Gerhana Bulan Total, yang menyampaikan tiga pesan utama kepada jamaah: membersihkan akidah dari takhayul, menjadikan gerhana sebagai pengingat hari kiamat, serta memperkokoh iman di bulan suci.

Dalam tausiyahnya, Ustad Dzahaby menjelaskan bahwa gerhana bulan merupakan fenomena alam ketika matahari, bumi, dan bulan berada pada satu garis lurus. Namun demikian, ia menegaskan bahwa bagi seorang muslim, gerhana bukan sekadar peristiwa astronomi, melainkan salah satu tanda kebesaran Allah SWT.

“Sesungguhnya matahari dan bulan adalah dua tanda dari kebesaran Allah SWT. Keduanya tidak mengalami gerhana karena kematian atau kehidupan seseorang,” ujar Ustad Dzahaby mengutip hadis riwayat Bukhari. Ia menambahkan bahwa Rasulullah SAW telah meluruskan berbagai anggapan mistis tentang gerhana yang berkembang di masyarakat pada masa lalu.

Menurutnya, pelajaran pertama dari gerhana adalah membersihkan akidah dari syirik, takhayul, dan khurafat. Ia mengingatkan bahwa Islam mengajarkan umatnya untuk berpikir rasional dan tidak mengaitkan fenomena alam dengan mitos atau pertanda mistis.

Pelajaran kedua, gerhana menjadi peringatan akan datangnya hari kiamat. Ustad Dzahaby mengutip Surah Al-Qiyamah ayat 7–9 yang menggambarkan kondisi bulan dan matahari pada hari akhir. Ia menjelaskan bahwa redupnya cahaya bulan pada malam itu merupakan gambaran kecil dari peristiwa besar yang kelak akan terjadi.

“Melalui gerhana ini Allah SWT menyentil kesombongan manusia. Jabatan, harta, dan gelar bukanlah jaminan apa pun di hadapan-Nya,” tegasnya di hadapan jamaah.

Pelajaran ketiga adalah momentum memperkuat iman di bulan Ramadan. Ia mengajak jamaah menjadikan gerhana sebagai momen introspeksi diri, memperbanyak istighfar, doa, takbir, dan sedekah. Empat amalan utama yang dianjurkan Rasulullah SAW saat gerhana, yakni salat gerhana, berdoa dan beristighfar, bertakbir, serta bersedekah, dinilai selaras dengan semangat ibadah Ramadan.

Ustad Dzahaby juga mengimbau jamaah untuk menyalurkan infak dan sedekah melalui lembaga terpercaya guna membantu saudara-saudara yang membutuhkan, khususnya di bulan suci.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama, memohon ampunan, perlindungan bagi bangsa dan umat Islam, serta keteguhan iman hingga akhir Ramadan. Melalui momentum gerhana bulan ini, jamaah diharapkan tidak hanya menyaksikan fenomena alam, tetapi juga memperkuat kesadaran spiritual dan ketakwaan kepada Allah SWT.(AAM)

Share this Post