Kultum Tarawih: Evaluasi Diri di Pertengahan Ramadan
Sorong, 05 Maret 2026 — Kultum Tarawih di Masjid Darul Ulum Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) pada hari Rabu (04/03) yang disampaikan oleh LA Robi, S.Pd., M.Pd. yang mengajak jamaah untuk melakukan evaluasi diri di pertengahan bulan Ramadan. Dalam ceramahnya, ia menekankan pentingnya memanfaatkan sisa hari Ramadan untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperbaiki akhlak, serta mempererat hubungan dengan Al-Qur’an dan sesama manusia.
Dalam tausiyahnya, LA Robi menyampaikan bahwa umat Muslim kini telah memasuki hari ke-16 Ramadan, setelah melewati 15 hari pertama yang berlalu begitu cepat. Momentum ini menjadi waktu yang tepat bagi setiap individu untuk melakukan muhasabah atau evaluasi diri terhadap ibadah dan perilaku selama menjalani bulan suci.
“Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an Surah Al-Hasyr ayat 18 yang mengingatkan orang-orang beriman agar bertakwa kepada Allah dan memperhatikan apa yang telah diperbuat untuk hari esok,” ujar LA Robi di hadapan jamaah Tarawih di Masjid Darul Ulum.
Ia menjelaskan bahwa seorang Muslim yang cerdas adalah mereka yang mampu mempersiapkan kehidupan akhirat dengan amal perbuatan selama hidup di dunia. Oleh karena itu, jamaah diajak untuk bertanya kepada diri sendiri apakah puasa yang dijalankan hanya sekadar menahan lapar dan dahaga, atau benar-benar mampu membawa perubahan dalam sikap dan perilaku sehari-hari.
Dalam konteks kehidupan di lingkungan kampus, LA Robi menyoroti pentingnya menjaga sikap dan pengendalian emosi, terutama ketika berdiskusi di ruang kelas, forum akademik, maupun di lingkungan kerja. Menurutnya, Ramadan seharusnya menjadi momentum untuk melatih kesabaran dan memperbaiki akhlak dalam berinteraksi dengan orang lain.
Selain itu, ia juga mengingatkan jamaah agar memperbaiki hubungan dengan Al-Qur’an. Ramadan dikenal sebagai bulan turunnya Al-Qur’an sebagaimana disebutkan dalam Surah Al-Baqarah ayat 185. Namun dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang yang justru lebih sering membuka telepon genggam dibandingkan membaca kitab suci.
“Kita bisa membuka handphone berkali-kali dalam sehari, seharusnya kita juga mampu membuka Al-Qur’an setiap hari, walaupun hanya satu atau dua halaman,” ungkapnya.
LA Robi juga mengajak jamaah untuk mengurangi aktivitas yang tidak bermanfaat dan memanfaatkan waktu luang dengan membaca Al-Qur’an, berzikir, serta memperbanyak amal kebaikan. Ia menegaskan bahwa Ramadan merupakan kesempatan yang diberikan Allah SWT selama satu bulan penuh untuk memperbaiki diri.
Di sisi lain, ia menekankan pentingnya meningkatkan kepedulian sosial kepada sesama, terutama kepada mereka yang membutuhkan. Jamaah diajak untuk saling berbagi, membantu tetangga, serta memperkuat solidaritas di lingkungan sekitar.
Masjid Darul Ulum UNAMIN juga menyiapkan kegiatan berbuka puasa bersama yang terbuka bagi masyarakat sekitar kampus. Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat kebersamaan antara civitas akademika dan masyarakat di lingkungan sekitar kampus.
Menutup kultumnya, LA Robi mengingatkan bahwa amalan yang paling dicintai Allah adalah amalan yang dilakukan secara konsisten meskipun kecil. Ia mengajak jamaah untuk memanfaatkan sisa Ramadan dengan memperbanyak ibadah dan menjadikannya sebagai titik awal perubahan menuju pribadi yang lebih baik.
“Jangan biarkan Ramadan berlalu begitu saja tanpa meninggalkan bekas dalam diri kita. Mari jadikan sisa Ramadan ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT,” pungkasnya.(AAM)