Kultum Tarawih: Jaga dan Kuatkan Takwa dalam diri

Sorong, 11 Maret 2026 — Kultum Tarawih di Masjid Darul Ulum Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) pada Rabu malam (11/03) disampaikan oleh Drs. H. Muhammad Sanmas, M.Pd yang mengajak jamaah untuk menjaga dan menguatkan potensi takwa dalam diri, terutama pada sisa hari-hari bulan Ramadan. Ia menekankan bahwa setiap manusia memiliki dua potensi dalam dirinya, yaitu potensi kebaikan (takwa) dan potensi keburukan (fujur).

Dalam ceramahnya, Muhammad Sanmas menjelaskan bahwa Allah SWT telah memberikan kebebasan kepada manusia untuk memilih jalan hidupnya. Ia mengutip firman Allah bahwa tidak ada paksaan dalam agama, sehingga setiap manusia memiliki tanggung jawab atas pilihan dan amal perbuatannya.

Menurutnya, segala kebaikan yang dilakukan manusia pada hakikatnya akan kembali kepada diri sendiri. Demikian pula sebaliknya, setiap keburukan yang dilakukan juga akan berdampak kepada pelakunya.

“Setiap kebaikan yang kita lakukan tidak akan menambah kebesaran Allah, tetapi manfaatnya akan kembali kepada diri kita sendiri,” ujar Muhammad Sanmas di hadapan jamaah Tarawih.

Ia juga menjelaskan bahwa dalam diri manusia terdapat potensi takwa dan potensi fujur. Potensi takwa tercermin melalui sikap rajin beribadah, kesabaran, serta perilaku baik dalam kehidupan sehari-hari. Sebaliknya, sikap malas, amarah, dan perilaku buruk merupakan bentuk munculnya potensi fujur.

Karena itu, ia mengajak jamaah untuk terus menumbuhkan potensi takwa melalui ibadah dan amal kebaikan selama Ramadan. Menurutnya, keberhasilan seorang Muslim tidak hanya diukur dari kesuksesan materi, tetapi juga dari kebahagiaan dan ketenangan batin yang lahir dari ketaatan kepada Allah.

Menjelang sepuluh hari terakhir Ramadan, ia juga mengingatkan jamaah agar tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk memperbanyak ibadah. Ia mengutip pesan Rasulullah SAW tentang orang yang merugi apabila bertemu Ramadan namun tidak mendapatkan ampunan dari Allah SWT.

Menutup kultumnya, Muhammad Sanmas mengajak jamaah untuk memanfaatkan sisa Ramadan dengan memperbanyak ibadah, menjaga amal kebaikan yang telah dilakukan, serta terus memperkuat ketakwaan kepada Allah SWT.

“Semoga kita tidak termasuk orang yang merugi karena menyia-nyiakan kesempatan Ramadan,” tutupnya.(AAM)

Share this Post