Kultum Tarawih: Perbanyak Doa dan Refleksi Diri di Akhir Ramadan
Sorong, 18 Maret 2026 — Kultum Tarawih di Masjid Darul Ulum Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) pada Selasa malam (17/03) disampaikan oleh Dr. Arie Anang Setyo, S.Pd., M.Pd. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk memanfaatkan sisa Ramadan dengan memperbanyak doa, memperkuat rasa syukur, serta melakukan refleksi diri sebagai bekal melanjutkan kehidupan setelah Ramadan.
Mengawali ceramahnya, Arie Anang Setyo mengajak jamaah untuk senantiasa bersyukur atas nikmat Allah SWT, termasuk kesempatan untuk melaksanakan salat Isya dan Tarawih secara berjamaah meskipun dalam kondisi cuaca yang kurang bersahabat.
Ia menegaskan bahwa segala kemampuan untuk beribadah bukan semata-mata karena kekuatan manusia, melainkan karena karunia dan rida Allah SWT. Oleh karena itu, sikap syukur menjadi hal yang penting agar kualitas dan kuantitas ibadah terus meningkat.
Dalam penyampaiannya, ia mengingatkan bahwa Ramadan merupakan momentum untuk mengumpulkan bekal spiritual. Ia mengibaratkan Ramadan sebagai “base camp” dalam perjalanan panjang kehidupan, tempat umat Muslim mempersiapkan energi dan bekal untuk menjalani sebelas bulan berikutnya.
“Jika Ramadan kita sia-siakan, maka perjalanan sebelas bulan ke depan akan jauh dari karunia Allah,” ujarnya.
Menurutnya, ibadah yang telah dibiasakan selama Ramadan, seperti salat wajib, membaca Al-Qur’an, dan mengikuti kajian keislaman, harus terus dijaga setelah Ramadan berakhir agar tetap menjadi sumber kekuatan rohani.
Lebih lanjut, ia mengajak jamaah untuk memperbanyak doa, tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang lain. Ia menekankan pentingnya mendoakan kedua orang tua, baik yang masih hidup maupun yang telah meninggal dunia, sebagai bentuk bakti dan penghormatan.
Selain itu, ia juga mengingatkan agar jamaah mendoakan pasangan, anak-anak, serta sesama Muslim. Mengutip ajaran Islam, ia menjelaskan bahwa doa yang dipanjatkan untuk orang lain tanpa sepengetahuan mereka akan mendapat balasan kebaikan yang sama dari Allah SWT.
Ia juga menambahkan pentingnya mendoakan para guru, tokoh agama, serta pemimpin, agar mereka senantiasa diberi petunjuk dan kekuatan dalam menjalankan amanah.
Menjelang akhir ceramahnya, Arie Anang Setyo mengajak jamaah untuk memaksimalkan malam-malam terakhir Ramadan, terutama malam-malam ganjil yang memiliki peluang sebagai malam Laylatul Qadar.
Menutup kultumnya, ia berharap jamaah dapat keluar dari Ramadan dengan bekal iman yang lebih kuat serta dapat melanjutkan kehidupan dengan penuh kebaikan hingga dipertemukan kembali dengan Ramadan di tahun berikutnya.(AAM)