LAM Teknik Perluas Pembinaan Mutu di Wilayah 3T melalui Pelatihan Akreditasi di UNAMIN
Sorong, 10 Mei 2026 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) bekerja sama dengan Persatuan Insinyur Indonesia (PII) melalui EduSquad menyelenggarakan Pelatihan Penyiapan Dokumen Akreditasi LAM Teknik pada 4–6 Mei 2026 di Aula Rektorat Lantai 3 UNAMIN. Kegiatan ini diikuti pimpinan unit pengelola program studi, ketua program studi, serta tim penjaminan mutu dari berbagai perguruan tinggi di kawasan Indonesia Timur.
Lembaga Akreditasi Mandiri Teknik (LAM Teknik) merupakan lembaga independen yang berwenang melaksanakan akreditasi program studi pada rumpun ilmu keteknikan di Indonesia. LAM Teknik berperan dalam memastikan mutu pendidikan tinggi teknik melalui proses evaluasi berbasis standar nasional dan internasional, sehingga menghasilkan lulusan yang kompeten, profesional, dan mampu bersaing secara global.
Pelatihan tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan kapasitas perguruan tinggi dalam mempersiapkan dokumen akreditasi program studi keteknikan sesuai instrumen terbaru LAM Teknik tahun 2025. Selain memahami kebijakan dan mekanisme akreditasi, peserta juga dibekali strategi penyusunan dokumen yang sistematis, terukur, dan berbasis mutu berkelanjutan.
Selama tiga hari pelaksanaan, kegiatan berlangsung mulai pukul 09.00 hingga 16.00 WIT dengan suasana diskusi yang interaktif dan aplikatif. Peserta mendapatkan pendampingan intensif agar mampu menyusun dokumen akreditasi secara lebih komprehensif dan sesuai standar nasional maupun internasional.
Pemilihan Jayapura pada 30 Maret–1 April 2026, Sorong pada 4–6 Mei 2026, serta Ternate pada 5–7 Mei 2026 sebagai titik pelaksanaan pelatihan menjadi bukti komitmen LAM Teknik dalam memperluas akses pembinaan mutu pendidikan tinggi bidang teknik di wilayah 3T Indonesia Timur. Langkah ini menunjukkan perhatian terhadap pemerataan pendampingan akreditasi, khususnya bagi perguruan tinggi di kawasan terdepan, terluar, dan tertinggal.
Rektor UNAMIN, Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH., dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan kualitas tata kelola akademik dan penjaminan mutu merupakan bagian penting dalam mendorong daya saing perguruan tinggi, khususnya di wilayah Papua dan Papua Barat Daya.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap setiap program studi mampu mempersiapkan dokumen akreditasi secara lebih akuntabel, komprehensif, dan berorientasi pada peningkatan mutu berkelanjutan,” ujarnya.
Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber berpengalaman, yakni Prof. Dr. Ir. Hari Purnomo dari Universitas Islam Indonesia serta Prof. Dr. Ir. Leni Sophia Heliani dari Universitas Gadjah Mada. Materi yang dibahas meliputi diferensiasi misi (VMTS), akuntabilitas, relevansi pendidikan dan penelitian, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, sistem penjaminan mutu, hingga strategi penyusunan LKPS dan LED.
Selain pemaparan materi, peserta juga mengikuti sesi diskusi dan pendampingan penyusunan draft dokumen akreditasi. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk mengonsultasikan langsung dokumen program studi masing-masing kepada narasumber guna mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, serta peluang peningkatan mutu secara berkelanjutan.
Melalui kegiatan ini, UNAMIN menegaskan komitmennya dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi, khususnya pada bidang keteknikan di kawasan Indonesia Timur. Kolaborasi antara perguruan tinggi, organisasi profesi, dan lembaga pendukung mutu diharapkan mampu memperkuat budaya mutu akademik sekaligus mendorong lahirnya lulusan yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.(AF)