Langkah Baru Dimulai dari Cerita yang Pernah Ada
Sorong, 24 April 2026 — Kadang, langkah besar dalam hidup nggak selalu dimulai dari sesuatu yang megah. Justru, sering kali semuanya berawal dari hal-hal sederhana dari cerita lama yang pernah kita jalani, dari mimpi kecil yang dulu sempat kita anggap biasa saja.
Itulah yang dirasakan oleh Wilda Rahmadani, mahasiswi Universitas Muhammadiyah Sorong. Siapa sangka, ketertarikannya yang sederhana pada dunia public speaking yang awalnya cuma karena suka berbicara dan didengarkan akhirnya membawanya ke panggung internasional di Malaysia.
Di ajang Global and Cultural Exposure 2026, Wilda nggak cuma datang sebagai peserta biasa. Ia datang membawa mimpi, rasa penasaran, dan juga keberanian untuk melangkah lebih jauh dari sebelumnya. Berhadapan dengan peserta lain yang punya kemampuan dan “branding” kuat, tentu bukan hal yang mudah. Tapi justru di situlah tantangannya terasa hidup.
“Saya pengen coba ruang yang lebih besar, pengen suara saya didengar lebih luas,” kira-kira itu yang mendorong langkahnya.
Dengan tema Empowering Youth in a Global Society, Wilda dan peserta lainnya dituntut untuk nggak sekadar bicara, tapi juga berpikir. Mereka harus menyusun argumen, menawarkan solusi, dan membahas isu global yang nggak ringan seperti konflik di Timur Tengah dalam forum diskusi.
Di titik itu, semuanya jadi lebih dari sekadar lomba.
Ini tentang bagaimana generasi muda berani bersuara. Tentang bagaimana kita nggak cuma jadi penonton dari masalah dunia, tapi juga ikut mikir, ikut peduli, dan ikut ambil bagian dalam solusi.
Wilda memilih untuk berdiri, bukan hanya sebagai individu, tapi juga sebagai representasi kampus, budaya, bahkan negaranya. Dan dari situ, langkah kecilnya berubah jadi sesuatu yang besar hingga akhirnya ia meraih juara 2 dalam kompetisi public speaking internasional tersebut.
Tapi yang menarik, pencapaian ini bukan akhir. Justru ini awal.
Dari pengalaman itu, Wilda melihat satu hal penting: ternyata banyak anak muda di luar sana yang kritis, yang peduli, dan yang berani bersuara. Dan itu jadi pengingat bahwa dunia ini butuh lebih banyak suara termasuk suara kita.
Pesan yang ia bawa pun sederhana, tapi kena :
Jangan takut untuk ngomong kalau kamu tahu ada yang nggak beres. Jangan minder kalau jalannya terasa berat. Karena apa yang kita siapkan hari ini, pelan-pelan akan menemukan jalannya sendiri.
Pada akhirnya, setiap orang punya cerita. Dan dari cerita-cerita itulah langkah baru bisa dimulai.
Mungkin hari ini kita masih di titik yang kecil. Masih ragu. Masih merasa belum cukup.
Tapi siapa tahu, dari cerita yang sedang kita jalani sekarang akan lahir langkah besar berikutnya.(RL)