Lapangan Basket UNAMIN: “Fasilitas Olahraga yang Jadi Simbol Kebersamaan Mahasiswa dan Masyarakat”

Sorong – Lapangan basket di depan Rektorat Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) hampir tidak pernah sepi. Setiap hari, sejak pagi hingga malam, mahasiswa UNAMIN bersama masyarakat sekitar memanfaatkan fasilitas ini untuk berolahraga. Fenomena ini menunjukkan keterbukaan kampus terhadap lingkungan sekitar sekaligus menjadikan lapangan sebagai ruang kebersamaan.

Menurut Muh. Mawardi, M.Pd., Kaprodi Pendidikan Jasmani (Penjas) UNAMIN, pemanfaatan lapangan oleh masyarakat luar kampus membawa nilai positif. “Bagus kalau pun mahasiswanya jarang yang main, apa salahnya digunakan oleh masyarakat luar kampus. Kalau masyarakat yang gunakan, berarti bisa dikatakan bahwa UNAMIN ini bermanfaat untuk masyarakat di sekitar. Tapi kalau mahasiswa UNAMIN aktif, masyarakat dari luar juga harus saling mengerti. Jadi bagusnya kalau ada pembagian waktunya,” jelasnya.

Melalui pandangan tersebut, keterlibatan masyarakat juga memberi dampak terhadap kepedulian pada fasilitas kampus. “Menurut saya pribadi, manfaatnya adalah masyarakat akan menjaga. Dimana-mana, orang yang menggunakan fasilitas akan merasa ikut memiliki. Jadi kalau masyarakat gunakan lapangan yang ada di UNAMIN, otomatis masyarakat akan menjaga UNAMIN juga,” tambah Muh. Mawardi.

Namun, intensitas penggunaan lapangan yang cukup tinggi membutuhkan pengelolaan yang baik. Ia menegaskan pentingnya aturan bersama. “Sebaiknya ada bagian pengelola. Jadi pengelolanya ini harus bisa mengatur waktu kapan masyarakat, kapan mahasiswa, supaya tidak ada ketersinggungan di situ. Bisa sama-sama digunakan. Misalnya, hari Senin sore khusus untuk masyarakat, atau Sabtu dan Minggu bisa untuk masyarakat. Mahasiswa juga harus bisa berbaur dengan masyarakat. Tapi kalau waktunya khusus mahasiswa, masyarakat kalau bisa tidak usah ikut supaya ada waktu latihan. Namun, kalau waktunya masyarakat, mahasiswa pun bisa ikut berpartisipasi sama-sama,” paparnya.

Melalui penjelasan Muh. Mawardi, M.Pd., Kaprodi Penjas UNAMIN ini, terlihat bahwa lapangan bukan hanya sekadar tempat olahraga, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan antara mahasiswa dan masyarakat. Dengan adanya pengaturan waktu yang tepat, fasilitas kampus dapat dimanfaatkan secara adil dan harmonis, serta memperkuat peran UNAMIN sebagai universitas yang terbuka, bermanfaat, dan dekat dengan masyarakat. (DWS)

Share this Post