Mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris UNAMIN Lolos Google Student Ambassador 2026 Batch 2, Siap Jadi AI Leader
Sorong, 7 November 2026 — Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Ainul Rahmania, dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), angkatan 2024, berhasil lolos seleksi Google Student Ambassador (GSA) Batch 2 Tahun 2026. Melalui kategori AI Leader, Ainul terpilih untuk mengikuti kegiatan Inaugurasi GSA 2026 Batch 2 di Jakarta dengan fasilitas pendanaan penuh (fully funded) dari Google Indonesia.
Google Student Ambassador merupakan program resmi Google Indonesia yang memberikan kesempatan kepada mahasiswa aktif untuk menjadi perwakilan sekaligus penggerak pemanfaatan teknologi di lingkungan kampus. Program ini berfokus pada pengenalan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), termasuk produk Google seperti Gemini. Rangkaian program berlangsung pada 1 Oktober 2026 hingga 31 Januari 2027, dengan proses seleksi secara daring dan kegiatan inaugurasi di Jakarta.
Ketertarikan Ainul mengikuti program tersebut berawal ketika melihat informasi mengenai GSA melalui media sosial TikTok. Ia termotivasi oleh mahasiswa dari berbagai daerah yang mendapat kesempatan menjadi perwakilan Google di kampus masing-masing. Selain itu, ia melihat program ini sebagai peluang untuk membawa nama UNAMIN sekaligus memperkenalkan pemanfaatan teknologi AI kepada mahasiswa.
“Yang memotivasi saya adalah melihat teman-teman dari luar sana menjadi ambassador Google mewakili daerah dan kampusnya. Terlebih, setahu saya dari kampus ini belum ada yang ikut program GSA. Melalui kategori AI Leader, saya ingin belajar tentang perkembangan AI, berbagi, serta mengajak mahasiswa memanfaatkan teknologi AI secara positif dan tentunya bertanggung jawab,” ungkap Ainul.
Untuk lolos sebagai Google Student Ambassador, Ainul harus melewati beberapa tahapan seleksi. Proses tersebut meliputi pengisian formulir pendaftaran yang memuat identitas dan informasi personal, rekaman wawancara mandiri berdurasi empat menit yang diunggah ke YouTube, serta mengikuti Twibbon Challenge. Peserta juga diwajibkan menyelesaikan Gemini Challenge dengan membuat karya yang menonjolkan fitur-fitur Gemini dan membagikannya melalui media sosial, serta menyampaikan aspirasi dan motivasi melalui tahapan Self-Aspiration.
Terpilihnya Ainul sebagai GSA menjadi kesempatan untuk membangun jejaring dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Ia berharap dapat bertukar pengalaman, memperluas wawasan, dan memperoleh ide-ide baru dari sesama ambassador untuk kemudian diterapkan di lingkungan kampus.
“Setiap ambassador memiliki perspektif dan pengalaman berbeda. Dari situ saya bisa belajar dan berbagi ide. Nantinya, ilmu dan inspirasi tersebut ingin saya terapkan di kampus melalui sharing session atau workshop sederhana tentang pemanfaatan Gemini dan teknologi AI Google lainnya, sehingga manfaat program ini tidak hanya saya rasakan sendiri, tetapi juga bisa dibagikan kepada teman-teman mahasiswa,” jelasnya.
Keikutsertaan Ainul dalam Google Student Ambassador Batch 2 Tahun 2026 sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4, Pendidikan Berkualitas, melalui peningkatan akses mahasiswa terhadap pengetahuan dan keterampilan teknologi; tujuan ke-9, Industri, Inovasi, dan Infrastruktur, melalui pengenalan serta pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan; dan tujuan ke-17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan, melalui pengembangan jejaring dan kolaborasi antarmahasiswa lintas perguruan tinggi. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi mahasiswa UNAMIN lainnya untuk berani mengambil peluang, mengembangkan kompetensi, dan membawa kontribusi positif bagi lingkungan kampus. (AAM)