Mahasiswa Teknik Informatika UNAMIN Raih Juara 2 Internasional Lewat Karya Kartun Bertema Lingkungan

Sorong,13 Mei 2026 — Prestasi membanggakan kembali datang dari mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN). Farah Raihanun Badiu, mahasiswa semester 2 Program Studi Teknik Informatika, berhasil meraih Juara 2 dalam ajang Bawor International Cartoon Exhibition 2026 yang diselenggarakan oleh Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Keberhasilan ini menjadi pencapaian yang sangat berarti bagi Farah, terlebih karena ini merupakan pengalaman barunya di dunia kartun dan ilustrasi.

“Saya sangat bersyukur dan senang sekali bisa juara. Ini jadi penyemangat yang luar biasa buat saya. Walaupun karya saya mengangkat isu lingkungan yang cukup serius, kemenangan ini jadi bukti kalau pesan dari gambar saya bisa diterima dengan baik oleh banyak orang,” ungkap Farah.

Menariknya, Farah mengaku bahwa ketertarikannya pada dunia kartun dan ilustrasi baru muncul saat mencoba mengikuti lomba ini. Namun dari pengalaman tersebut, ia menemukan bahwa gambar kartun bisa menjadi media yang kuat untuk menyampaikan pesan-pesan penting.

Karya yang mengantarkan Farah meraih penghargaan berjudul “The Paradox of Digital Progress”. Karya tersebut mengangkat isu tentang hubungan antara perkembangan teknologi digital dan dampaknya terhadap lingkungan.

Sebagai mahasiswa Informatika, inspirasi tersebut lahir dari apa yang ia pelajari di kampus. Menurutnya, kenyamanan digital yang dinikmati setiap hari ternyata membutuhkan energi mesin yang sangat besar, yang pada akhirnya berdampak pada lingkungan.

“Saya ingin mengajak kita semua untuk mulai sadar, supaya kemajuan teknologi ke depannya bisa lebih bersahabat dengan alam,” jelasnya.

Dalam karyanya, Farah menampilkan simbol server yang meledak sebagai gambaran ketergantungan manusia terhadap data digital, lengkap dengan label “Global Warming Powered” yang menunjukkan bahwa kenyamanan digital sering kali ditenagai oleh kerusakan lingkungan.

Latar Antartika yang dipilih menggambarkan habitat rentan yang terancam akibat aktivitas industri. Sementara penguin yang mencoba mendinginkan server raksasa dengan kipas angin kecil menjadi sindiran terhadap praktik greenwashing, yaitu solusi-solusi dangkal yang terlihat peduli lingkungan namun tidak sebanding dengan besarnya kerusakan yang terjadi.

Farah juga memberikan pesan motivasi kepada mahasiswa lainnya agar tidak takut untuk terus berkarya dan menyuarakan hal-hal baik melalui bakat yang dimiliki.

“Teruslah berkarya dan jangan ragu menyuarakan hal-hal baik lewat bakat kalian. Kalau kalian suka menggambar, menulis, atau apa pun itu, gunakanlah untuk membawa pesan yang positif dan bermanfaat. Karya yang kita buat dengan hati bisa jadi langkah kecil yang menginspirasi banyak orang untuk membuat perubahan yang lebih baik,” pesannya.

Ke depan, Farah berharap semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, termasuk dari cara menggunakan teknologi sehari-hari.

Ia juga memiliki cita-cita untuk menjadi seorang Software Engineer yang tidak hanya mampu menciptakan teknologi canggih, tetapi juga teknologi yang peduli terhadap kelestarian bumi.

Prestasi yang diraih Farah Raihanun Badiu menjadi inspirasi bagi seluruh mahasiswa UNAMIN untuk terus berani mencoba, berkarya, dan memberikan kontribusi nyata melalui bidang yang mereka tekuni. Dari dunia informatika hingga seni ilustrasi, setiap bakat memiliki ruang untuk membawa perubahan positif. Semoga pencapaian ini menjadi awal dari lahirnya lebih banyak karya kreatif mahasiswa yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga memberikan manfaat bagi lingkungan dan masa depan yang lebih baik.(RL)

Share this Post