Mahasiswa Teknik Sipil UNAMIN Raih Juara 3 Lomba Karya Tulis Ilmiah di Merauke
Merauke, 15 Agustus 2025 – 2 Mahasiswa Teknik Sipil Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN), Jendry Orlando Windeay (angkatan 2024) dan Juan Jonas Davin Rumansara (angkatan 2022), berhasil meraih juara 3 dalam Lomba Karya Tulis Ilmiah (LKTI) yang diselenggarakan di Gedung Aula PKM Universitas Musamus, Merauke, pada 11-15 Agustus 2025. Prestasi ini diraih melalui karya ilmiah mereka yang berfokus pada pentingnya irigasi dalam mendukung pertanian lahan rawa di Papua.
Dalam karya ilmiahnya, Jendry dan Juan menyoroti permasalahan irigasi di lahan rawa Papua yang memiliki potensi besar untuk pertanian namun belum dioptimalkan secara maksimal. “Kami turun langsung ke lapangan dan melihat bahwa sistem pembungan air di sana tidak ada. Irigasi sangat penting untuk menahan air dan memastikan pertanian dapat berjalan lancar,” ujar Jendry.
Metode yang mereka gunakan dalam penelitian ini adalah literatur survei, dengan mengumpulkan data dari berbagai jurnal, artikel, serta sumber resmi seperti Badan Pusat Statistik (BPS) dan Balai Wilayah Sungai (BWS). Salah satu fakta yang mereka temukan adalah bahwa wilayah Papua memiliki sekitar 3,6 juta hektar lahan rawa yang berpotensi optimal untuk pertanian. “Kami menganalisis bahwa jika lahan rawa ini dimanfaatkan dengan baik, bisa membantu memajukan perekonomian Papua dan Indonesia,” jelas Juan.
Untuk mendukung analisis mereka, Jendry dan Juan juga mengkaji faktor-faktor penting seperti cuaca, iklim, dan kondisi tanah. Berdasarkan hal tersebut, mereka merekomendasikan penerapan teknologi irigasi tetes dan sistem polder. “Teknologi ini sangat membantu karena masyarakat umum masih banyak yang menggunakan irigasi gravitasi, di mana air mengalir dari dataran tinggi ke rendah tanpa kontrol. Hal ini dapat menyebabkan masalah seperti segmentasi dan banjir akibat curah hujan berlebihan. Dengan teknologi yang tepat, kita bisa mengontrol air secara lebih efektif,” tambah Jendry.
Kemenangan ini menjadi pengalaman berharga bagi Jendry dan Juan. “Kami sangat senang bisa meraih juara meskipun ini adalah pengalaman pertama kami. Ke depan, kami berharap bisa belajar lebih dalam tentang pertanian, terutama dalam menganalisis karya ilmiah secara lebih detail. Jika diberikan waktu lebih banyak, kami yakin bisa melakukan survei lapangan lebih mendalam untuk mendapatkan data yang lebih akurat,” ungkap Juan.
Prestasi ini diharapkan dapat memotivasi mahasiswa UNAMIN lainnya untuk terus belajar, berkontribusi dalam penelitian, dan memberikan solusi nyata terhadap permasalahan di masyarakat. Dengan optimalisasi lahan rawa, Jendry dan Juan menunjukkan bahwa teknologi dan inovasi dapat menjadi kunci dalam mendukung pertanian berkelanjutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Papua. [DWS]