Mahasiswa UNAMIN Raih Bronze Medal pada BEC 3 melalui Inovasi Digital Pariwisata Papua
Sorong, 15 April 2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN). Dua mahasiswa lin, yakni Trinuzuliati Langguhe dari Program Studi Teknik Informatika dan Retno Nurkumala dari Program Studi Hukum, berhasil meraih Bronze Medal dalam ajang Bandung Essay Competition 3 (BEC 3).
Keberhasilan ini tidak terlepas dari kolaborasi multidisipliner yang mengintegrasikan pendekatan teknologi dan kajian sosial-budaya. Tim ini mengangkat karya berjudul:
“LOKASUARI: Inovasi Digital dalam Mengungkap Destinasi Tersembunyi Pariwisata dan Budaya Berkelanjutan di Papua Barat Daya.”
Secara konseptual, inovasi “LOKASUARI” merupakan gabungan dari kata LOKA yang berarti tempat, dan SUARI yang merujuk pada burung kasuari sebagai simbol kekayaan fauna Papua. Ide ini berangkat dari refleksi terhadap potensi pariwisata Papua yang belum sepenuhnya tereksplorasi secara digital dan berkelanjutan.
Retno Nurkumala menjelaskan bahwa motivasinya mengikuti kompetisi ini dilatarbelakangi oleh pengalaman sebelumnya dalam lomba kepenulisan berbasis riset inovatif. Selain itu, inspirasi ide juga diperoleh dari penggalan lagu Edo Kondologit yang berbunyi, “Tanah Papua tanah yang kaya, surga kecil jatuh ke bumi.” Narasi tersebut kemudian dikembangkan menjadi gagasan untuk mengangkat keindahan alam, budaya, serta kearifan lokal Papua ke dalam sebuah inovasi berbasis teknologi.
Dalam proses pengerjaan, tim ini menunjukkan manajemen waktu dan pembagian kerja yang efektif. Penulisan esai diselesaikan dalam waktu satu hari penuh, sementara pengembangan website sebagai bagian dari implementasi ide membutuhkan waktu sekitar satu bulan, dengan bimbingan dari Bapak Lajup sebagai pembimbing akademik.
Secara empiris, pengalaman ini memberikan pembelajaran penting, terutama dalam aspek problem solving terhadap isu strategis yang diangkat, yakni keterbatasan akses informasi dan digitalisasi destinasi wisata tersembunyi di Papua Barat Daya. Pendekatan yang digunakan mencerminkan integrasi antara ilmu pengetahuan teknologi dan analisis sosial, sehingga menghasilkan solusi yang relevan dan aplikatif.
Tim juga menyampaikan pesan inspiratif kepada generasi muda, khususnya di Papua:
“Jangan takut mencoba, terutama dalam mengembangkan potensi di kancah nasional. Meskipun berasal dari wilayah timur Indonesia, kita tetap mampu menunjukkan kualitas dan keunggulan daerah kita.”
Ke depan, mereka berharap inovasi “LOKASUARI” dapat terus dikembangkan menjadi platform yang lebih komprehensif, tidak hanya menjangkau wisatawan lokal, tetapi juga mampu menarik perhatian pengunjung internasional melalui perspektif global.
Prestasi ini menjadi bukti bahwa kolaborasi, kreativitas, dan keberanian untuk berinovasi merupakan faktor kunci dalam menghasilkan karya yang kompetitif di tingkat nasional.(RL)