Mahasiswa UNAMIN Raih Gold Medal Internasional di Malaysia

Sorong,22 Mei 2026 — 

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) di kancah internasional. Dua mahasiswa UNAMIN, Muhammad Farhan dari Program Studi Teknik Industri dan Wilda Rahmadani dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, berhasil meraih Gold Medal pada ajang 10th World Young Inventors Exhibition (WYIE) 2026 yang diselenggarakan di Malaysia pada 18–19 Mei 2026.

Penghargaan tersebut diraih melalui inovasi berjudul “URBAN PHOTO: Smart Modular Photobioreactor Based on Chlorella Vulgaris Integrated with IoT for Urban Decarbonization.” Karya ini menawarkan solusi inovatif terhadap permasalahan polusi udara di wilayah perkotaan dengan memanfaatkan mikroalga Chlorella vulgaris yang terintegrasi teknologi Internet of Things (IoT) dan sistem energi terbarukan.

Muhammad Farhan dan Wilda Rahmadani mengaku sangat bersyukur dan bahagia atas pencapaian tersebut. Menurut mereka, pengalaman mengikuti WYIE 2026 menjadi pengalaman yang sangat berkesan karena menghadirkan atmosfer kompetisi internasional yang benar-benar terasa. Ribuan peserta dari berbagai negara seperti China, Taiwan, Malaysia, dan negara lainnya hadir membawa inovasi terbaik mereka untuk dipresentasikan di hadapan para juri internasional.

“Kami sangat senang dan bersyukur. Ini merupakan salah satu pengalaman yang benar-benar memberikan nuansa internasional yang nyata bagi kami. Bertemu dengan ribuan peserta dari berbagai negara membuat kami semakin percaya bahwa mahasiswa Indonesia juga mampu bersaing di tingkat global,” ungkap Farhan dan Wilda.

Mereka menjelaskan bahwa ide penelitian tersebut berawal dari keresahan terhadap tingginya tingkat polusi di kawasan perkotaan serta keterbatasan ruang terbuka hijau (RTH). Di sisi lain, terdapat mikroorganisme berupa mikroalga yang memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen. Berangkat dari kondisi tersebut, lahirlah konsep URBAN PHOTO, sebuah fotobioreaktor modular pintar yang dirancang untuk membantu proses dekarbonisasi lingkungan perkotaan secara efektif dan berkelanjutan.

Keunggulan inovasi ini terletak pada desainnya yang ergonomis, biaya produksi yang relatif rendah (low cost), serta pemanfaatan teknologi IoT untuk memantau kondisi sistem secara real-time. Selain itu, perangkat ini menggunakan sumber energi terbarukan (renewable energy) dan memiliki kemampuan absorpsi karbon yang signifikan, sehingga berpotensi menjadi solusi ramah lingkungan yang dapat diterapkan di berbagai kawasan urban.

Bagi kedua mahasiswa tersebut, capaian ini merupakan pencapaian terbesar yang pernah mereka raih selama menempuh pendidikan. Mereka juga menilai keberhasilan ini menjadi bukti bahwa mahasiswa UNAMIN memiliki kualitas, kreativitas, dan daya saing yang mampu menembus panggung internasional.

“Bagi kami pribadi, ini merupakan ajang terbesar yang pernah kami ikuti sepanjang hidup. Sementara bagi universitas, prestasi ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong mampu bersaing dan menunjukkan kualitasnya di tingkat internasional,” ungkap mereka.

Di akhir wawancara, Farhan dan Wilda menyampaikan pesan inspiratif kepada generasi muda agar tidak takut mencoba dan terus mengembangkan ide-ide sederhana yang dimiliki.

Prestasi ini semakin memperkuat komitmen Universitas Muhammadiyah Sorong dalam mendorong budaya riset, inovasi, dan kolaborasi lintas disiplin ilmu guna mencetak lulusan yang unggul, adaptif, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat global. Dengan raihan Gold Medal pada WYIE 2026, nama UNAMIN kembali harum di tingkat internasional sekaligus menjadi inspirasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya dan berprestasi tanpa batas.(RL)

Share this Post