Mahasiswi UNAMIN Belajar Mandiri dengan Membuka Stand Jualan di Gedung 5

Sorong  Jiwa wirausaha tampak tumbuh kuat di kalangan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sorong. 2 mahasiswa Fakultas Ekonomi, Dwi Putri dan Indah Waty, berhasil menunjukkan semangat kemandirian dengan membuka stand makanan dan minuman di Gedung 5 Fakultas Ekonomi. Di stand sederhana yang selalu ramai dikunjungi mahasiswa, Dwi dan Indah menjual beragam minuman segar seperti es teh, Good Day, Milo, dan berbagai minuman lainnya. Tepat di sebelahnya, tersedia aneka makanan seperti mie jebew, wonton, piscok, nasi ayam geprek, hingga berbagai cemilan kekinian yang digemari mahasiswa.

Menariknya, menu mie jebew menjadi salah satu yang paling populer. Sebelum membuka stand di kampus, Dwi telah lebih dulu menjual produk ini secara online, sehingga sudah dikenal oleh pelanggan dari luar kampus. “Walaupun sekarang saya buka stand di Gedung 5, orang luar masih bisa pesan secara online seperti biasa,” ujar Dwi .

Bagi Indah Waty, berjualan bukan sekadar mencari keuntungan, tapi juga bentuk kemandirian finansial. “Saya sudah tidak dapat uang jajan lagi dari orang tua, jadi lewat jualan ini bisa punya penghasilan sendiri. Orang tua sekarang juga sudah mendukung setelah lihat saya sungguh-sungguh,” jelasnya.

Dwi menambahkan bahwa membuka usaha di tengah kesibukan kuliah adalah cara untuk belajar mengatur waktu dan tanggung jawab. “Saya ingin punya pengalaman, belajar mandiri, dan memotivasi teman-teman lain supaya berani mencoba hal baru. Tidak hanya kuliah, tapi juga belajar langsung bagaimana caranya berwirausaha,” ujarnya.

Pemilihan lokasi di Gedung 5 Fakultas Ekonomi bukan tanpa alasan. Selain karena strategis dan ramai mahasiswa, lokasi ini juga jauh dari kantin utama. Hal ini membuat banyak mahasiswa lebih memilih membeli makanan dan minuman di sekitar kelas. “Supaya teman-teman tidak perlu jalan jauh ke kantin, jadi kami buka stand di sini saja,” tambah Dwi.

Langkah 2 mahasiswa ini pun mendapat dukungan penuh dari dekan dan kaprodi Fakultas Ekonomi, yang menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk nyata penerapan jiwa kewirausahaan nya di lingkungan kampus.

Melalui usaha kecil ini, Dwi dan Indah membuktikan bahwa menjadi mahasiswa bukan hanya soal menimba ilmu di ruang kuliah, tetapi juga tentang belajar menghadapi dunia nyata dengan kerja keras, kreativitas, dan kemandirian. (DWS)

Share this Post