Malam Tarawih Pertama, Pilih 8 atau 20 rakaat?

Malam tarawih pertama selalu jadi momen spesial, termasuk bagi mahasiswa yang sedang menjalani Ramadan di tengah jadwal kuliah, tugas, hingga kegiatan organisasi. Namun, pertanyaan yang hampir selalu muncul setiap awal Ramadan adalah: sebenarnya berapa rakaat salat tarawih yang dianjurkan? Apakah 8 rakaat atau 20 rakaat?

Di kalangan mahasiswa, perbedaan ini sering menjadi bahan diskusi ringan seusai tarawih atau di grup kampus. Secara umum, salat tarawih adalah salat sunah yang dikerjakan setelah Isya selama bulan Ramadan. Di Indonesia, praktik yang umum dijumpai adalah 8 rakaat ditambah 3 rakaat witir, atau 20 rakaat ditambah 3 rakaat witir. Keduanya memiliki dasar dan telah dipraktikkan sejak lama.

Sebagian mahasiswa merujuk pada hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah RA, yang menyebut bahwa Nabi Muhammad SAW tidak pernah menambah salat malam lebih dari 11 rakaat (termasuk witir), baik di bulan Ramadan maupun di luar Ramadan. Dari riwayat ini, banyak yang memilih melaksanakan 8 rakaat ditambah 3 witir karena dianggap lebih sesuai dengan contoh tersebut.

Di sisi lain, pada masa kepemimpinan Umar bin Khattab RA, salat tarawih dilaksanakan berjamaah sebanyak 20 rakaat. Praktik ini kemudian diikuti oleh mayoritas ulama dan menjadi tradisi di banyak masjid, termasuk di lingkungan kampus dan sekitar kos mahasiswa.

Bagi mahasiswa, pilihan jumlah rakaat sering kali juga dipengaruhi oleh kondisi fisik dan jadwal perkuliahan. Ada yang memilih 8 rakaat karena harus mengikuti kelas pagi atau menyelesaikan tugas, sementara yang lain tetap menjalankan 20 rakaat sebagai bentuk komitmen ibadah di bulan Ramadan.

Para ulama sepakat bahwa tarawih hukumnya sunah muakkad (sangat dianjurkan). Karena itu, perbedaan jumlah rakaat tidak seharusnya menjadi perdebatan yang memecah. Yang lebih penting bagi mahasiswa adalah menjaga konsistensi, kekhusyukan, serta mampu menyeimbangkan antara tanggung jawab akademik dan ibadah.

Malam tarawih pertama pun menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memulai Ramadan dengan semangat—menata niat, mengatur waktu, dan memilih jumlah rakaat yang mampu dijalankan secara istiqamah sepanjang bulan suci.(AAM)

Share this Post