Masa Muda Jangan Hanya Dihabiskan untuk Rebahan

Sorong,18 Mei 2026 — Banyak mahasiswa sering merasa masa muda itu masih panjang, jadi semuanya bisa ditunda. Tugas nanti saja, ikut kegiatan kampus besok saja, belajar kalau sudah mepet ujian, bahkan kadang lebih memilih rebahan berjam-jam tanpa arah yang jelas. Padahal, masa muda adalah waktu terbaik untuk bergerak, mencoba, dan membangun masa depan.

Rebahan sebenarnya bukan hal yang salah. Semua orang butuh istirahat setelah lelah menjalani aktivitas kampus yang padat. Tapi kalau rebahan sudah jadi kebiasaan setiap hari tanpa batas, itu yang bisa jadi masalah. Waktu terus berjalan, sementara kesempatan tidak selalu datang dua kali.

Menjadi mahasiswa berarti punya banyak peluang yang bisa dimanfaatkan. Ada organisasi kampus, seminar, lomba, pelatihan, kegiatan sosial, sampai kesempatan membangun relasi dengan banyak orang. Semua itu bukan hanya tentang menambah kesibukan, tapi juga tentang membentuk diri menjadi lebih siap menghadapi dunia kerja dan kehidupan setelah lulus nanti.

Sering kali rasa malas datang karena terlalu nyaman dengan zona aman. Scroll media sosial berjam-jam terasa lebih mudah daripada membuka laptop untuk mengerjakan tugas. Tidur siang terasa lebih nikmat daripada datang ke seminar kampus. Tapi kalau kebiasaan itu terus dibiarkan, tanpa sadar kita sedang kehilangan banyak kesempatan penting.

Masa muda bukan soal siapa yang paling santai, tapi siapa yang paling siap menghadapi masa depan. Tidak harus selalu sibuk setiap saat, tapi setidaknya ada langkah kecil yang dilakukan setiap hari. Belajar hal baru, ikut kegiatan positif, memperluas relasi, atau sekadar mulai disiplin mengatur waktu, semua itu jauh lebih berarti.

Nanti ketika sudah lulus, yang akan diingat bukan berapa lama waktu yang dihabiskan untuk rebahan, tapi seberapa banyak pengalaman yang berhasil didapatkan. Karena pada akhirnya, masa muda bukan untuk dihabiskan hanya dengan bermalas-malasan, tapi untuk dipakai membangun versi terbaik dari diri sendiri.(RL)

Share this Post