Masalah Mahasiswa Bukan Waktu, Tapi Kebiasaan

Sorong,05 Maret 2026 — Banyak mahasiswa sering bilang, “nggak ada waktu.” Tugas numpuk, jadwal padat, kegiatan ini itu, sampai akhirnya merasa 24 jam sehari nggak pernah cukup. Tapi kalau dipikir-pikir lagi, bener nggak sih masalahnya di waktu?

Coba jujur aja. Berapa jam yang kepake buat hal yang sebenarnya bisa ditunda atau bahkan nggak penting? Scroll medsos, nonton tanpa batas, rebahan terlalu lama. Tanpa sadar, waktu yang katanya “nggak ada” itu sebenarnya ada, cuma kebiasaannya yang bikin hilang.

Masalahnya bukan karena kamu sibuk banget. Tapi karena kebiasaan kecil yang terus diulang tiap hari. Nunda tugas, nunggu mood, bilang “nanti aja”—itu semua kelihatan sepele, tapi kalau terus dilakukan, jadi penghambat besar.

Yang bikin makin parah, kebiasaan ini sering dianggap normal. “Semua orang juga gitu.” Padahal, kalau terus dibiarkan, kamu sendiri yang bakal ketinggalan. Bukan karena nggak mampu, tapi karena terlalu nyaman dengan kebiasaan yang salah.

Lucunya, banyak yang nunggu waktu luang dulu baru mau mulai. Padahal waktu luang itu nggak akan pernah benar-benar datang kalau kamu nggak bikin. Waktu itu harus diatur, bukan ditunggu.

Mulai ubah dari hal kecil. Kurangi nunda, walau sedikit. Kerjain dulu sebelum overthinking. Nggak harus langsung sempurna, yang penting jalan dulu.

Karena pada akhirnya, waktu itu sama buat semua orang. Yang beda cuma satu: kebiasaannya. Dan itu yang diam-diam nentuin kamu mau maju atau tetap di tempat.(RL)

Share this Post