Mendikdasmen Resmikan Revitalisasi Sekolah Sorong, Tonggak Baru Pendidikan Papua
Sorong, 27 Mei 2026 — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia Prof. Dr. H. Abdul Mu'ti, M.Ed. hari ini meresmikan revitalisasi satuan pendidikan Kota Sorong dan Kabupaten Sorong di SMK Negeri 1 Kota Sorong. Peresmian ini merupakan bagian dari program nasional "Wujudkan Sekolah Asri" yang digagas Presiden Prabowo Subianto, sekaligus menjadi momen bersejarah bagi dunia pendidikan Papua Barat Daya.
Kunjungan kerja tiga hari Mendikdasmen ke Ibu Kota Provinsi Papua Barat Daya ini disambut hangat oleh Wali Kota Sorong Septimus Lobat, S.H., MPA, dan Gubernur Provinsi Papua Barat Daya Elisa Kambu, S.Sos. Kehadiran Abdul Mu'ti — yang juga menjabat Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah — dipandang sebagai sinyal kuat bahwa pemerintah pusat tidak hanya mendengar dari jauh, tetapi hadir langsung melihat realitas pendidikan di ujung timur nusantara.
Seluruh pimpinan dan sivitas akademika Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) turut hadir dalam kegiatan ini. UNAMIN mengambil peran aktif mengarahkan tim yang bertugas untuk mendampingi Menteri, Rektor UNAMIN, unsur pemerintah, dan seluruh tamu undangan sepanjang kunjungan berlangsung. Kehadiran penuh keluarga besar UNAMIN menegaskan komitmen perguruan tinggi Muhammadiyah di Papua Barat Daya dalam mendukung setiap agenda strategis pembangunan pendidikan daerah.
Dalam sambutannya, Wali Kota Sorong memaparkan capaian program pendidikan gratis yang telah menjangkau 50.369 siswa di 274 sekolah — dari jenjang PAUD hingga SMK. Selain membebaskan biaya pendidikan, Pemerintah Kota Sorong juga menyediakan seragam gratis bagi seluruh siswa. Program ini berjalan berkat dukungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui bantuan keuangan sebesar Rp6 miliar, serta dana revitalisasi dari Kemendikdasmen sebesar Rp9 miliar lebih yang telah dicairkan pada tahun 2025.
"Kepala Burung harus lebih pintar daripada leher dan ekornya. Karena itu kita harus mempercepat penyiapan sumber daya manusia Papua — menuju 2045 yang kita gadang-gadangkan bersama. — Septimus Lobat, S.H., MPA, Wali Kota Sorong"
Gubernur Elisa Kambu dalam sambutannya menekankan bahwa Papua Barat Daya memerlukan intervensi khusus mengingat kesenjangan peradaban dan sejarah integrasi yang berbeda dengan wilayah Indonesia lainnya. Papua baru bergabung dengan Republik Indonesia pada 1961, sehingga ada jeda waktu yang cukup jauh dibanding provinsi-provinsi lain. Oleh karena itu, Gubernur menyambut kunjungan Mendikdasmen bukan hanya sebagai kunjungan seremonial, tetapi sebagai bukti kepedulian dan komitmen nyata pemerintah pusat terhadap percepatan pendidikan Papua.
Gubernur juga menyampaikan dua aspirasi strategis: pertama, agar kewenangan pengelolaan SMA dan SMK dikembalikan dari kabupaten/kota ke pemerintah provinsi seiring pemekaran Papua menjadi enam provinsi; kedua, agar formasi guru PAUD dibuka seluas-luasnya melalui koordinasi dengan Menpan RB, mengingat banyak kelas PAUD saat ini tidak diampu oleh tenaga pendidik berkualifikasi.
Peresmian revitalisasi hari ini menjadi penanda nyata bahwa sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi seperti UNAMIN adalah kunci percepatan pembangunan pendidikan Papua Barat Daya. Dengan gedung yang lebih layak, kebijakan yang lebih berpihak, dan semangat yang terus menyala, Kota Sorong melangkah mantap menyongsong generasi Papua yang unggul dan berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045.(AF)