Mengapa Banyak Mahasiswa Gagal Mengelola Waktu?

Sorong,30 Mei 2026 — Banyak mahasiswa sering mengeluh waktu 24 jam terasa tidak cukup. Tugas menumpuk, deadline datang bersamaan, sementara aktivitas kuliah, organisasi, dan kehidupan sosial terus berjalan. Padahal, masalahnya sering kali bukan karena kekurangan waktu, melainkan karena kurang mampu mengelolanya dengan baik.

Salah satu penyebab utama adalah kebiasaan menunda pekerjaan. Ketika tugas diberikan, banyak mahasiswa merasa masih memiliki waktu yang panjang sehingga memilih mengerjakannya nanti. Akibatnya, tugas baru diselesaikan saat deadline sudah dekat dan menimbulkan stres yang sebenarnya bisa dihindari.

Selain itu, distraksi dari media sosial juga menjadi tantangan besar. Niat awal hanya membuka ponsel beberapa menit, tetapi tanpa sadar waktu berjam-jam habis untuk scrolling atau menonton video. Kebiasaan ini membuat waktu produktif berkurang dan pekerjaan semakin tertunda.

Banyak mahasiswa juga kesulitan menentukan prioritas. Mereka ingin aktif di berbagai kegiatan sekaligus, mulai dari organisasi, kepanitiaan, hingga pekerjaan sampingan. Ketika semua dianggap sama pentingnya, fokus menjadi terbagi dan pekerjaan utama sering terabaikan.

Kurangnya perencanaan juga menjadi faktor yang sering terjadi. Tanpa jadwal atau daftar tugas yang jelas, pekerjaan mudah terlupakan dan akhirnya menumpuk. Saat beberapa deadline datang bersamaan, rasa panik pun sulit dihindari.

Pada akhirnya, mengelola waktu bukan tentang membuat jadwal yang rumit, tetapi tentang membangun kebiasaan yang lebih disiplin. Mulai dari mengurangi kebiasaan menunda, membatasi penggunaan media sosial, hingga menentukan prioritas dengan baik. Dengan manajemen waktu yang tepat, mahasiswa dapat menjalani perkuliahan dengan lebih produktif dan terhindar dari stres akibat tugas yang menumpuk.(RL)

Share this Post