Menjaga Semua Amalan Ibadah dengan Hati-Hati
sorong, 04 maret 2026— REKTOR UNAMIN Dr. H. Muhammad Ali, M.M., M.H. mengajak umat Islam untuk menjaga seluruh amalan ibadah dengan penuh kehati-hatian dan keikhlasan dalam sebuah kultum bertajuk “Menjaga Semua Amalan Ibadah dengan Hati-Hati” yang disiarkan melalui kanal resmi Masjid Raya Al-Akbar Papua Barat Daya. Pesan tersebut menekankan pentingnya kualitas ibadah, bukan sekadar pelaksanaan secara lahiriah.
Dalam tausiyahnya, Dr. Muhammad Ali menyampaikan bahwa setiap amalan, baik yang bersifat wajib maupun sunnah, harus dijaga dari sikap riya, lalai, dan ketidakikhlasan. Ia mengingatkan bahwa ibadah bukan hanya rutinitas, tetapi bentuk penghambaan yang menuntut kesungguhan hati serta niat yang lurus semata-mata karena Allah SWT.
Menurutnya, menjaga amalan berarti memastikan niat tetap bersih sejak awal, pelaksanaan dilakukan sesuai tuntunan syariat, serta hasilnya tidak ternodai oleh keinginan untuk mendapat pujian manusia. Ia menegaskan bahwa riya dapat menghapus nilai pahala, sehingga setiap Muslim perlu berhati-hati dalam setiap tindakan ibadah yang dilakukan, baik di tempat umum maupun dalam kesendirian.
“Ibadah bukan hanya tentang terlihat baik di hadapan manusia, tetapi bagaimana ia bernilai di sisi Allah SWT,” ujarnya dalam ceramah tersebut.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kehati-hatian dalam beribadah juga mencakup upaya menjaga konsistensi atau istiqamah. Amalan yang dilakukan secara berkelanjutan, meskipun kecil, dinilai lebih utama dibandingkan amalan besar yang dilakukan tanpa kesinambungan. Oleh karena itu, umat Islam dianjurkan untuk membangun kebiasaan ibadah yang stabil dan terus meningkat kualitasnya.
Selain menyoroti aspek niat dan konsistensi, Dr. Muhammad Ali juga mengajak jamaah untuk melakukan evaluasi diri secara berkala. Muhasabah diperlukan agar setiap individu dapat menilai sejauh mana ibadah yang dilakukan telah memenuhi unsur keikhlasan dan ketepatan pelaksanaan. Dengan demikian, ibadah tidak berhenti pada aspek formalitas, tetapi benar-benar menjadi sarana pembinaan akhlak dan peningkatan ketakwaan.
Kultum ini merupakan bagian dari program dakwah rutin Masjid Raya Al-Akbar Papua Barat Daya dalam memperkuat pembinaan rohani masyarakat. Kegiatan tersebut tidak hanya dihadiri jamaah secara langsung, tetapi juga menjangkau masyarakat luas melalui media digital sebagai bagian dari upaya penyebaran nilai-nilai keislaman yang moderat dan edukatif.
Melalui pesan yang disampaikan, umat Islam diingatkan agar senantiasa menjaga kualitas setiap amal ibadah dengan sungguh-sungguh. Kehati-hatian, keikhlasan, dan konsistensi menjadi kunci agar setiap amalan tidak hanya terlaksana, tetapi juga diterima dan bernilai di sisi Allah SWT.