Pembukaan Asesmen Lapangan Program Studi Agroteknologi UNAMIN, Rektor Bidik Akreditasi Unggul

Sorong, 7 Oktober 2026 — Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menjalani asesmen lapangan oleh tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Ilmu Pertanian (LAM PTIP). Pembukaan asesmen digelar Rabu pagi (7/10) di lantai 2 Gedung Rektorat UNAMIN, Kota Sorong, Papua Barat Daya. Asesmen bertujuan mencocokkan isi dokumen akreditasi yang diajukan program studi dengan kondisi nyata di lapangan.

Asesmen lapangan ini berlangsung tiga hari, Selasa hingga Kamis, 6–8 Oktober 2026. Pembukaan dihadiri Rektor UNAMIN Assoc. Prof. Dr. H. Muhammad Ali, MM., MH., Wakil Rektor II Dr. H. Kamaluddin, S.S., M.M., Wakil Rektor III Assoc. Prof. Dr. Muh. Syahrul Kahar, S.Pd., M.Pd., dan Wakil Rektor IV Ir. H. Irman Amri, ST., MT., IPM., bersama pimpinan Fakultas Pertanian, para dosen, staf, serta perwakilan biro dan lembaga di lingkungan UNAMIN.

Dua asesor yang ditugaskan LAM PTIP adalah Prof. Ir. Teguh Wijayanto, M.Sc., Ph.D dari Universitas Halu Oleo, Kendari, dan Prof. Dr. Ir. Kasifah, M.P. dari Universitas Muhammadiyah Makassar. Keduanya tidak datang dengan tangan kosong: sehari sebelumnya mereka sudah berkeliling kampus selama satu sampai dua jam untuk melihat langsung fasilitas yang menopang kegiatan belajar Prodi Agroteknologi.

Baca Juga: Prodi Agroteknologi Unamin Jalani Asesmen Lapangan Akreditasi LAM PTIP

Dalam sambutannya, Rektor mengakui suasana asesmen kali ini terasa lebih tenang. Pengalaman menjalani asesmen sebelumnya membuat tim tidak lagi terlalu tegang, sebab pada dasarnya asesor datang untuk mengecek keakuratan apa yang sudah ditulis. Ia juga meminta masukan dari kedua guru besar agar Prodi Agroteknologi makin diminati, mengingat besarnya peluang pertanian di Tanah Papua.

“Di Papua ini, salah satu peluang ke depannya adalah di bidang pertanian. Kebutuhan masyarakat di Papua, kebanyakan berupa buah-buahan, itu justru banyak dari luar. Pertanian ini sangat diharapkan ke depan mengubah pola pikir masyarakat Papua, memang memerlukan waktu yang panjang. Alhamdulillah, alumni Program Studi Agroteknologi ini sekarang tidak ada kita dengar pengangguran, cepat direkrut oleh berbagai instansi, baik dari pemerintah sendiri maupun di perusahaan,” ujar Rektor.

Rektor berharap Agroteknologi dapat menyusul program studi UNAMIN lain yang sudah lebih dulu meraih akreditasi Unggul. Harapannya sederhana tetapi jelas: suatu hari ada spanduk di pinggir jalan yang bertuliskan Program Studi Agroteknologi terakreditasi Unggul.

Prof. Teguh menyampaikan terima kasih atas sambutan hangat yang diterima tim sejak hari pertama. Ia menjelaskan, rangkaian asesmen diawali dengan penandatanganan berita acara bersama, lalu dilanjutkan sesi diskusi berjenjang, mulai dari pimpinan universitas, pengelola program studi, hingga mahasiswa.

“Tujuan kami kemari tidak lain dan tidak bukan hanya ingin mengklarifikasi. Kita ingin mendapatkan gambaran secara menyeluruh tentang Prodi Agroteknologi, sehingga potret itu nanti bisa kita kirimkan ke LAM PTIP. Apakah klop antara yang disampaikan di dokumen dengan yang kita lihat di lapangan,” kata Prof. Teguh.

Nada serupa datang dari Prof. Kasifah. Ia meminta tim program studi tidak merasa sedang diadili, dan mengajak semua pihak memandang asesor sebagai mitra untuk berbagi.

Menurut Prof. Kasifah, makin kooperatif semua pihak, makin cepat proses selesai. Ia meminta dokumen pendukung disiapkan, baik berupa tautan maupun salinan cetak, sehingga setiap hal yang tertulis dalam Laporan Evaluasi Diri (LED) dan Laporan Kinerja Program Studi (LKPS) dapat ditunjukkan buktinya.

“Kami di sini bukan untuk mengadili. Kami hanya datang sebagai perpanjangan tangan LAM PTIP untuk melihat buktinya, mengklarifikasi saja. Jadi kami bukan hakim,” tutur Prof. Kasifah.

Asesmen lapangan ini sejalan dengan agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). Penjaminan mutu program studi merupakan wujud SDG 4, Pendidikan Berkualitas. Penguatan pendidikan pertanian di Papua Barat Daya mendukung SDG 2, Tanpa Kelaparan, lewat lahirnya tenaga terdidik yang dapat membantu daerah memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Serapan alumni di instansi pemerintah dan perusahaan berkaitan dengan SDG 8, Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, sedangkan kerja bersama UNAMIN, LAM PTIP, dan para asesor lintas perguruan tinggi mencerminkan SDG 17, Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (AAM)

Share this Post