Perpustakaan UNAMIN Gelar Kegiatan Literasi Digital untuk Seluruh Mahasiswa

Sorong, 18 Mei 2026 — Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menyelenggarakan kegiatan Literasi Digital yang terbuka bagi seluruh mahasiswa UNAMIN. Kegiatan ini digagas oleh Muhlis, S.I.P., selaku Kepala Perpustakaan UNAMIN, sebagai upaya mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan era digital yang semakin kompleks.

Kegiatan ini hadir sebagai respons atas kebutuhan mahasiswa yang tidak hanya dituntut mahir menggunakan ponsel pintar dan internet, tetapi juga mampu berpikir kritis, memahami informasi secara mendalam, serta menjaga keamanan diri di ruang digital. Mahasiswa dilatih untuk mencari, menyaring, dan menilai sumber informasi yang kredibel agar tidak mudah terjebak hoaks maupun berita palsu yang kian marak di berbagai platform.

Selain itu, kegiatan ini mendorong mahasiswa untuk berpartisipasi secara aman dan bertanggung jawab di ruang digital. Kemampuan produktif dan kreatif dalam memanfaatkan teknologi, mulai dari menulis, mendesain, hingga menggunakan berbagai tools digital untuk keperluan belajar dan bekerja, turut menjadi kompetensi yang dikembangkan dalam kegiatan ini.

Muhlis menegaskan bahwa urgensi literasi digital tidak bisa diabaikan. Di era serba digital saat ini, banyak pekerjaan dan layanan publik yang telah beralih ke platform digital sehingga mahasiswa yang tidak melek teknologi akan menghadapi hambatan nyata dalam mengakses berbagai peluang yang tersedia.

"Literasi digital bukan kemewahan, melainkan kebutuhan dasar. Mahasiswa yang tidak dibekali kemampuan ini akan tertinggal bukan hanya secara akademik, tetapi juga dalam kehidupan sosial dan profesional mereka," tegasnya.

Melalui kegiatan ini, Muhlis berharap mahasiswa UNAMIN tumbuh menjadi generasi yang lebih cerdas secara digital, sehat dalam berinteraksi di dunia maya, serta mampu menggunakan kecerdasan buatan (AI) dan tools baru secara bijak. Ia juga berharap konten dan diskusi di media sosial lebih banyak yang bersifat membangun, serta angka kasus penipuan online, hoaks, dan perundungan digital dapat menurun karena mahasiswa sudah memahami risikonya.

Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan kolaborasi antara komunitas lokal, pendidik, dan mahasiswa dalam ekosistem digital, sekaligus mempersempit kesenjangan digital antara kota dan desa maupun antargenerasi. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan internet sebagai sarana riset dan pengerjaan proyek kreatif, bukan sekadar hiburan.

Muhlis menegaskan bahwa literasi digital sudah seharusnya menjadi kemampuan dasar yang dimiliki setiap individu, setara dengan kemampuan membaca dan menulis. Dengan demikian, mahasiswa UNAMIN tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang pasif, tetapi juga agen perubahan yang aktif, kritis, dan bertanggung jawab dalam ekosistem digital Indonesia.(AF)

Share this Post