Pertemuan UNAMIN dan Kedutaan Inggris Bahas SDM Papua Barat Daya
Sorong, 11 Maret 2026 – Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menerima kunjungan audiensi dalam rangka menindaklanjuti surat dari British Embassy Jakarta terkait rencana kunjungan Tim Kedutaan Inggris ke Provinsi Papua Barat Daya. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang Rektor UNAMIN dan menjadi forum diskusi mengenai perkembangan pendidikan tinggi serta dinamika sosial di Papua Barat Daya.
Kegiatan ini dihadiri oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong bersama Wakil Rektor II dan IV, Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Kepala Bidang Kerjasama Dalam Negeri, Ketua Program Studi Kehutanan, dosen Fakultas Teknik, serta Kepala Bagian Humas dan Promosi UNAMIN. Sementara itu, Tim Kedutaan Inggris yang direncanakan hadir dalam kunjungan tersebut terdiri dari Sean Hilhorst selaku Sekretaris Pertama Urusan Perubahan Iklim dan Kebijakan Rendah Karbon serta Aviva Nababan sebagai staf Kedutaan Inggris.
Audiensi dan diskusi ini bertujuan untuk memberikan gambaran mengenai kondisi pendidikan tinggi di Papua Barat Daya sekaligus membuka ruang dialog antara pihak Kedutaan Inggris dengan pimpinan Universitas Muhammadiyah Sorong. Dalam pertemuan tersebut dibahas berbagai isu penting, mulai dari perkembangan pendidikan tinggi di wilayah Papua Barat Daya, peran strategis UNAMIN dalam mendukung pembangunan daerah, khususnya dalam pengembangan sumber daya manusia, hingga tantangan yang dihadapi perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia.
Rektor Universitas Muhammadiyah Sorong menyampaikan bahwa UNAMIN memiliki komitmen untuk terus berkontribusi dalam pembangunan daerah melalui peningkatan kualitas pendidikan dan penguatan kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk mitra internasional. Menurutnya, dialog dengan Tim Kedutaan Inggris menjadi kesempatan penting untuk memperkenalkan kondisi dan potensi pendidikan tinggi di Papua Barat Daya.
“UNAMIN berharap pertemuan ini dapat menjadi awal hubungan yang lebih erat dan produktif, terutama dalam bidang pendidikan, pengembangan kapasitas, serta peluang kerja sama internasional yang dapat memberikan manfaat bagi dosen maupun mahasiswa,” ungkap beliau.
Selain membahas kondisi pendidikan, pertemuan tersebut juga membuka peluang kolaborasi di masa mendatang, termasuk kemungkinan kerja sama dalam pengembangan program pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta pertukaran pengetahuan yang relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah.
Sebagai tindak lanjut dari audiensi ini, diharapkan akan terjalin komunikasi lanjutan antara Universitas Muhammadiyah Sorong dan pihak Kedutaan Inggris untuk menjajaki bentuk kerja sama yang lebih konkret sesuai dengan kebutuhan dan potensi yang dimiliki UNAMIN. Pertemuan ini juga diharapkan dapat memperluas wawasan serta jejaring internasional bagi civitas akademika UNAMIN, sekaligus membuka peluang kolaborasi global yang lebih luas di masa depan.(RL)