PKKMB UNAMIN: Waspada Terorisme, Intoleransi, dan Radikalisme, Mahasiswa Gen Z Jadi Garda Terdepan

Sorong, 18 September 2024 — Universitas Muhammadiyah Sorong (UNAMIN) menggelar kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun 2024 di halaman kampus UNAMIN. Kegiatan ini dihadiri oleh ratusan mahasiswa baru, dengan tujuan membekali mereka tentang bahaya Terorisme, Intoleransi, dan Radikalisme. Materi pada acara ini dibawakan oleh KBO Reskrim Polres Sorong, Aiptu Samsul, S.H.

Aiptu Samsul menyampaikan pesan penting kepada para mahasiswa, terutama yang merupakan bagian dari Generasi Z. “Kalian sebagai mahasiswa, sebagai generasi muda, harus menjaga pergaulan. Jangan sampai terpengaruh oleh ajaran atau kelompok yang memiliki ideologi radikal,” tegasnya. Pemateri mengingatkan bahwa mahasiswa sebagai agen perubahan harus mampu mengenali lingkungan sekitar dan bertindak dengan bijaksana dalam memilih pergaulan.

Dalam sesi tersebut, Aiptu Samsul juga menjelaskan secara rinci tentang bentuk-bentuk terorisme, intoleransi, dan radikalisme. Menurutnya, terorisme tidak hanya berupa tindakan fisik yang ekstrem, tetapi juga bisa muncul dalam bentuk penyebaran paham yang merusak, propaganda, dan ajakan untuk melakukan kekerasan terhadap kelompok tertentu. Intoleransi, sambungnya, adalah sikap tidak menghargai perbedaan baik dalam aspek agama, ras, suku, maupun ideologi. Sementara itu, radikalisme merupakan tindakan ekstrem yang bertujuan mengubah tatanan sosial-politik secara paksa.

Selain memberikan pemahaman mengenai bahaya-bahaya tersebut, Aiptu Samsul juga mengajak para mahasiswa untuk berupaya menghindari terorisme, intoleransi, dan radikalisme melalui berbagai langkah preventif. “Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan memperluas wawasan dan pendidikan, serta membangun toleransi dalam kehidupan sehari-hari. Jangan mudah terprovokasi oleh informasi yang belum tentu benar, terutama dari media sosial,” jelasnya.

Tak hanya itu, mahasiswa juga diimbau untuk berperan aktif dalam melaporkan tindakan yang mencurigakan. Aiptu Samsul menekankan pentingnya kesadaran mahasiswa untuk tidak hanya menjaga diri sendiri, tetapi juga berkontribusi dalam menjaga lingkungan kampus dan sekitarnya. "Jika kalian melihat atau mendengar indikasi adanya tindak terorisme, intoleransi, atau radikalisme, segera laporkan kepada pihak yang berwenang. Kalian adalah garda terdepan dalam melawan penyebaran ideologi negatif ini,” tambahnya.

Sebagai penutup, pemateri menjelaskan pencegahan dan penanggulangan tindak pidana terorisme, intoleransi, dan radikalisme yang bisa dilakukan oleh mahasiswa. “Kalian harus tetap waspada dan mengikuti berbagai upaya pencegahan yang ada, seperti mengikuti kegiatan yang membangun jiwa kebangsaan dan kebhinekaan. Bersikap kritis terhadap informasi yang diterima serta ikut terlibat dalam forum-forum diskusi positif juga menjadi bagian dari solusi,” tutupnya.

Kegiatan PKKMB ini diharapkan dapat memberikan pemahaman yang mendalam kepada mahasiswa baru UNAMIN mengenai pentingnya menjaga persatuan, toleransi, dan kewaspadaan terhadap segala bentuk ideologi yang dapat merusak kehidupan sosial. [Humas]

Share this Post